Konflik Rusia vs Ukraina, Indonesia Perlu Mewaspadai Krisis Pangan dan Energi
Senin, 18 April 2022 - 05:40 WIB
loading...
Fraksi NasDem membuka posko pengaduan terkait masalah sembako dan energi. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia selama dua tahun lebih membuat ketersediaan pangan global semakin menipis. Situasi pangan menjadi lebih buruk akibat terjadinya konflik antara Rusia dan Ukraina.
Akibat Covid-19 dan perang ini, Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) menyebutkan jika harga pangan mencapai titik tertinggi. Sebab, Ukraina dan Rusia selama ini merupakan penghasil pangan dunia. Sementara banyak negara lain bergantung dengan hasil pangan dari kedua negara.
Baca juga: Upaya Stabilkan Harga Pangan saat Ramadhan Butuh Kerja Sama Semua Pihak
"Ketersediaan pangan dunia yang semakin menipis ini secara otomatis berakibat buruk bagi kebutuhan pangan di Indonesia. Karenanya, harga-harga pangan dan kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga yang sangat tinggi dan terjadi kenaikan angka inflasi," kata Ketua Fraksi Partai NasDem Roberth Rouw dalam keterangannya, Senin (18/4/2022).
Menurut dia, jika tidak diantisipasi, maka akan berpengaruh terhadap stabilitas pangan di dalam negeri. Fraksi Partai NasDem, kata dia, mempunyai kepentingan untuk menjaga agar krisis pangan ini tidak terjadi di dalam negeri.
Baca juga: Krisis Pangan Hantui Dunia, AS-Rusia Terlibat Debat Panas di PBB
"Karenanya semua pihak harus mempersiapkan langkah antisipatif terhadap setiap dampak yang ditimbulkan. NasDem pun mengajak semua pihak untuk memperkuat ketahanan pangan dengan mendukung program pemerintah yang ingin melakukan swasembada pangan," ungkap Roberth.
Akibat Covid-19 dan perang ini, Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) menyebutkan jika harga pangan mencapai titik tertinggi. Sebab, Ukraina dan Rusia selama ini merupakan penghasil pangan dunia. Sementara banyak negara lain bergantung dengan hasil pangan dari kedua negara.
Baca juga: Upaya Stabilkan Harga Pangan saat Ramadhan Butuh Kerja Sama Semua Pihak
"Ketersediaan pangan dunia yang semakin menipis ini secara otomatis berakibat buruk bagi kebutuhan pangan di Indonesia. Karenanya, harga-harga pangan dan kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga yang sangat tinggi dan terjadi kenaikan angka inflasi," kata Ketua Fraksi Partai NasDem Roberth Rouw dalam keterangannya, Senin (18/4/2022).
Menurut dia, jika tidak diantisipasi, maka akan berpengaruh terhadap stabilitas pangan di dalam negeri. Fraksi Partai NasDem, kata dia, mempunyai kepentingan untuk menjaga agar krisis pangan ini tidak terjadi di dalam negeri.
Baca juga: Krisis Pangan Hantui Dunia, AS-Rusia Terlibat Debat Panas di PBB
"Karenanya semua pihak harus mempersiapkan langkah antisipatif terhadap setiap dampak yang ditimbulkan. NasDem pun mengajak semua pihak untuk memperkuat ketahanan pangan dengan mendukung program pemerintah yang ingin melakukan swasembada pangan," ungkap Roberth.
Lihat Juga :