Bertahan di Pandemi, Perusahaan Harus Perkuat Bisnis Utama

Kamis, 18 Juni 2020 - 23:15 WIB
loading...
Bertahan di Pandemi,...
Fenomena penutupan layanan yang marak dilakukan berbagai perusahaan, termasuk di kalangan startup, di saat pandemi Corona , dinilai para ekonom sebagai strategi yang wajar. Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Fenomena penutupan layanan yang marak dilakukan berbagai perusahaan, termasuk di kalangan startup, di saat pandemi Corona , dinilai para ekonom sebagai strategi yang wajar untuk menyelamatkan prospek perusahaan jangka panjang.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengamati bahwa tekanan yang ditimbulkan oleh pandemi COVID-19 ini cukup dalam sehingga perusahaan terpaksa melakukan strategi untuk memperkuat bisnis utama mereka. (Baca juga; Pandemi Corona, Pengamat Sebut Pengurangan Karyawan Tak Bisa Dihindari )

“Karena (situasi) pandemi ini, saya rasa itu rasional bahwa mereka melakukan likuidasi atau penutupan layanan yang tidak menguntungkan dengan tujuan efisiensi biaya operasional. Bahkan ini waktunya mereka melakukan reorganisasi model bisnis dengan menentukan sektor usaha mana yang layak dikembangkan lebih lanjut dan mana sektor yang harus ditutup,” terangnya saat dihubungi kemarin.

Selain strategi perusahaan untuk fokus pada bisnis inti, Bhima juga mendorong perusahaan melakukan pivot strategy yang dinilainya penting untuk dilakukan khususnya bagi para startup sehingga mereka terdorong mencari model bisnis baru agar lebih lincah ke depannya. Karena dalam situasi ini, yang terpenting menurutnya adalah perusahaan harus jeli melihat layanan mana yang sangat dibutuhkan oleh konsumen sekarang yang pada akhirnya dapat membantu perusahaan juga untuk bertahan.

“Meskipun ada dampak dari strategi itu ke faktor makro ekonomi, namun itu adalah tanggung jawab pemerintah. Justru pemerintah harusnya bertindak bagaimana menghapuskan hambatan-hambatan birokrasi, menurunkan ego sektoral, agar daya beli terpompa naik dan dunia bisnis ini bisa jalan,” tegas Bhima.

Sementara itu dihubungi terpisah, Ekonom UI Fithra Faisal menilai apa yang dilakukan perusahaan-perusahaan, terutama yang bergerak di sektor yang sangat terdampak pandemi COVID-19 ini, adalah strategi yang memang dibutuhkan untuk survive dari situasi ini. (Baca juga; DPR Minta Pemerintah Perkuat Legalitas Dana Talangan )

Dia mengambil contoh Airbnb yang juga telah mengurangi berbagai lini bisnis tambahan yang dikembangkan sebelum pandemi terjadi seperti bisnis transportasi dan studio, dan kini Airbnb kembali fokus ke bisnis utamanya, yaitu sewa apartemen dan rumah. Menurutnya startegi itu adalah upaya perusahaan untuk menyesuaikan dengan keadaan.

“Pelaku usaha (berbasis) digital ini ke depannya harus bisa fleksibel untuk bergerak antar sektor dan memperkuat di lini bisnis yang bisa menguatkan positioning mereka. Inovasi dan kolaborasi menjadi kuncinya dengan menggandeng adjacent players yang juga memiliki dukungan finansial dan reputasi yang kuat di regional maupun internasional,” pungkasnya.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sikapi Penyakit Super...
Sikapi Penyakit Super Flu di Indonesia, Menkes: Tak Mematikan seperti Covid-19
Tantangan Penyakit Menular...
Tantangan Penyakit Menular Kita
Peran Strategis Ekosistem...
Peran Strategis Ekosistem Aplikasi Meningkatkan Daya Saing UMKM Digital
Eks Mensos Juliari Batubara...
Eks Mensos Juliari Batubara Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bansos Presiden 2020
Kasus APD Covid-19,...
Kasus APD Covid-19, KPK Ajukan Banding atas Vonis 3 Tahun Eks Pejabat Kemenkes
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Peluang Investasi Startup...
Peluang Investasi Startup di Era Tech Winter
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Alasan TNI Kerahkan...
Alasan TNI Kerahkan Prajurit saat Aksi Mahasiswa di Jakpus: Permintaan Membantu
Berita Terkini
Menhan Jepang Temui...
Menhan Jepang Temui Presiden Prabowo di Kertanegara, Penguatan Kerja Sama Pertahanan Dibahas
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
MBG Perlu Dilanjutkan...
MBG Perlu Dilanjutkan dengan Evaluasi, Perbaikan Tata Kelola, dan Efisiensi Anggaran
Demonstrasi Ketidakpastian...
Demonstrasi Ketidakpastian Hukum dalam Penanganan Perkara dr Tifa dan Roy Suryo pada Polemik Ijazah Joko Widodo
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Pengamat UGM: Tak Bisa Ditahan Lagi Pemerintah
Infografis
Ini Alasan Mengapa Tanaman...
Ini Alasan Mengapa Tanaman Ganja Harus Ditanam di Ketinggian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved