Tunjukkan Kasih sebagai Self-Graceful melalui Komunikasi
Kamis, 14 April 2022 - 19:07 WIB
loading...
A
A
A
Dale G. Leathers (Rahmat, 2019:110) menyatakan pengalaman memengaruhi persepsi manusia dalam memberikan arti. Apabila, pengalaman yang dimiliki terbatas, maka pengetahuannya pun terbatas, sehingga saat menyelesaikan permasalahan membutuhkan bantuan dengan cara melibatkan pihak lain sebagai penyelesaian masalah. Manusia tentu membutuhkan pengetahuan sebagai pembekalan dirinya, oleh karenanya tujuan pendidikan adalah kemandirian. Pendidikan yang diperoleh dari keluarga, sekolah memiliki satu tujuan yakni bagaimana membentuk kepribadian diri individu dengan mandiri. Dalam arti, orangtua bukan melepaskan anak-anak mereka tanpa diberikan pembekalan, namun mindset pendidikan bukanlah mengintervensi dengan bersikap superior dan anak menjadi inferior, melainkan orang tua mendampingi untuk meraih kemandirian mereka.
Adler menyebutnya sebagai pengetahuan manusia, di mana manusia berinteraksi dengan manusia lainnya secara langsung, maka sesungguhnya proses pengetahuan manusia sedang berlangsung berlaku dalam berbagai hubungan yang dijalani manusia. Kembali lagi, Adler menyebutnya sebagai dua sasaran perilaku yakni menjadi mandiri, dan hidup harmonis dengan masyarakat. Dalam proses pembentukan diri manusia mengalami perkembangan konsep dengan bertambahnya usia, pengalaman yang dialami, maka akan memengaruhi bagaimana pemahaman konsep terhadap dirinya bertambah ketika berinteraksi dengan inner circlenya hingga ketika menjalani suatu aturan dan norma yang berlaku di masyarakat.
Bagaimana sejatinya orang tua berperilaku? Penting melakukan rasa hormat pada diri seseorang tanpa memandang siapa komunikannya, dalam hal ini adalah remaja. Psikolog Sosial Erich Fromm menyebutkan menghormati berarti peduli bahwa orang lain bertumbuh dan berkembang sebagaimana adanya dirinya. Arti rasa hormat di sini berarti melihat seseorang apa adanya,diharapkan orang tua menghormati anak-anaknya lebih dulu. Sebab, tanpa adanya rasa hormat hubungan interpersonal sulit terwujud dengan baik.
Selain itu, pada usia remaja yang merupakan usia pembentukan diri dengan mencari jati dirinya. Karakteristik usia remaja tersebut, tentu akan membuat para orang tua mudah terpancing akan rasa amarah terhadap sikap dan perilaku yang disajikan oleh anak remaja. Menunjukkan kasih sebagai respons dari orang tua terhadap anak remajanya, akan membentuk keanggunan diri (self-graceful) ketika anak remajanya berinteraksi dengan orang lain di luar lingkungan keluarga. Mengimplementasikan rasa hormat menandakan kemampuan melihat seseorang sebagaimana adanya dirinya, dengan arti menerima bahwa manusia unik sebagai individu.
Adler menyebutnya sebagai pengetahuan manusia, di mana manusia berinteraksi dengan manusia lainnya secara langsung, maka sesungguhnya proses pengetahuan manusia sedang berlangsung berlaku dalam berbagai hubungan yang dijalani manusia. Kembali lagi, Adler menyebutnya sebagai dua sasaran perilaku yakni menjadi mandiri, dan hidup harmonis dengan masyarakat. Dalam proses pembentukan diri manusia mengalami perkembangan konsep dengan bertambahnya usia, pengalaman yang dialami, maka akan memengaruhi bagaimana pemahaman konsep terhadap dirinya bertambah ketika berinteraksi dengan inner circlenya hingga ketika menjalani suatu aturan dan norma yang berlaku di masyarakat.
Bagaimana sejatinya orang tua berperilaku? Penting melakukan rasa hormat pada diri seseorang tanpa memandang siapa komunikannya, dalam hal ini adalah remaja. Psikolog Sosial Erich Fromm menyebutkan menghormati berarti peduli bahwa orang lain bertumbuh dan berkembang sebagaimana adanya dirinya. Arti rasa hormat di sini berarti melihat seseorang apa adanya,diharapkan orang tua menghormati anak-anaknya lebih dulu. Sebab, tanpa adanya rasa hormat hubungan interpersonal sulit terwujud dengan baik.
Selain itu, pada usia remaja yang merupakan usia pembentukan diri dengan mencari jati dirinya. Karakteristik usia remaja tersebut, tentu akan membuat para orang tua mudah terpancing akan rasa amarah terhadap sikap dan perilaku yang disajikan oleh anak remaja. Menunjukkan kasih sebagai respons dari orang tua terhadap anak remajanya, akan membentuk keanggunan diri (self-graceful) ketika anak remajanya berinteraksi dengan orang lain di luar lingkungan keluarga. Mengimplementasikan rasa hormat menandakan kemampuan melihat seseorang sebagaimana adanya dirinya, dengan arti menerima bahwa manusia unik sebagai individu.
(abd)
Lihat Juga :