Rizal Ramli Minta Mahasiswa Waspadai Munculnya Kelompok Perusuh saat Demo 11 April 2022
Minggu, 10 April 2022 - 18:35 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Tanggapi Aksi Mahasiswa 11 April 2022, Abu Janda Sebut Dia Pengguna Pertalite Bukan Pertamax
"Sejarah menyebutkan yang hendak memicu kekerasan adalah antek dari rezim yang berkuasa. Teknik rezim otoriter menghancurkan gerakan damai dengan menciptakan kerusuhan yang diciptakan oleh mereka yang sedang berkuasa. Ada permainan intelijen," ucap Rizal Ramli.
Ia mencontohkan pada saat perhitungan suara atau rekapitulasi Pemilu 2019, saat aksi unjuk rasa di KPU, tiba-tiba ada 200-an kelompok perusuh bertato. "Kalau ada kerusuhan, itu yang membuat mereka yang berkuasa. Mahasiswa dalam melaksanakan gerakan pemuda hati-hati terhadap aksi provokasi dari perusuh bayaran," ujarnya.
Rizal Ramli meminta rezim yang berkuasa saat ini tidak menggunakan teknik pecah belah masyarakat yang memperjuangkan aspirasi rakyat. "Padahal para mahasiswa fokus berjuang untuk menyuarakan pemerintah yang gagal meningkatkan kesejahteraan rakyat, gagal menegakkan demokrasi, gagal melawan korupsi maupun nepotisme. Jadi kampanye kadrun radikal sudah sangat tidak efektif, buang-buang duit kalau mau kampanye seperti itu," katanya.
"Sejarah menyebutkan yang hendak memicu kekerasan adalah antek dari rezim yang berkuasa. Teknik rezim otoriter menghancurkan gerakan damai dengan menciptakan kerusuhan yang diciptakan oleh mereka yang sedang berkuasa. Ada permainan intelijen," ucap Rizal Ramli.
Ia mencontohkan pada saat perhitungan suara atau rekapitulasi Pemilu 2019, saat aksi unjuk rasa di KPU, tiba-tiba ada 200-an kelompok perusuh bertato. "Kalau ada kerusuhan, itu yang membuat mereka yang berkuasa. Mahasiswa dalam melaksanakan gerakan pemuda hati-hati terhadap aksi provokasi dari perusuh bayaran," ujarnya.
Rizal Ramli meminta rezim yang berkuasa saat ini tidak menggunakan teknik pecah belah masyarakat yang memperjuangkan aspirasi rakyat. "Padahal para mahasiswa fokus berjuang untuk menyuarakan pemerintah yang gagal meningkatkan kesejahteraan rakyat, gagal menegakkan demokrasi, gagal melawan korupsi maupun nepotisme. Jadi kampanye kadrun radikal sudah sangat tidak efektif, buang-buang duit kalau mau kampanye seperti itu," katanya.
(abd)
Lihat Juga :