Perubahan Iklim, Bencana Alam, dan Anak Indonesia

Selasa, 05 April 2022 - 16:14 WIB
loading...
A A A
Lalu apa hubungannya pemanasan global dengan munculnya wabah seperti demam berdarah dengue? Ternyata temperatur punya peran penting terhadap siklus hidup serta reproduksi virus yang ditularkan melalui nyamuk, termasuk virus dengue. Kelembapan yang disebabkan tingginya intensitas hujan membuat lingkungan yang cocok untuk pertumbuhan nyamuk Aedes. Jadi jelas dampak pemanasan global terhadap Indonesia akan sangat besar bila tidak diantisipasi sebelum muncul bencana alam dan wabah penyakit. Pengalaman panjang bangsa Indonesia dalam menghadapi bencana alam yang sering terjadi harus digunakan sebagai strategi untuk mencegah dan mengurangi dampak akibat bencana di kemudian hari.

Hal yang sering terabaikan bila bencana alam terjadi adalah keadaan anak-anak. Anak-anak sering dinilai sebagai satu paket dengan orang tuanya. Padahal anak memiliki kebutuhan yang bersifat spesifik yang berbeda dengan orang tua dalam hal pertumbuhan dan perkembangan. Dampak bencana alam dan wabah penyakit bukan hanya terhadap fisik anak, tetapi juga terhadap sisi psikologis anak.

Data dari Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Ikatan Dokter Anak Indonesia (Satgas Bencana IDAI) pada saat terjadi bencana gempa bumi di Lombok pada 2018, 836 anak mengalami permasalahan kesehatan selama di pengungsian dan harus diobati di rumah sakit lapangan serta di posko-posko kesehatan. Keadaan pengungsian yang padat membuat beberapa penyakit mudah sekali menular. Pada saat bencana gempa bumi di Lombok terjadi pergeseran pola penyakit pada anak-anak dari minggu ke minggu.

Pada saat awal terjadi bencana, anak-anak banyak dibawa ke posko kesehatan dan rumah sakit lapangan karena luka-luka dan patah tulang, tetapi pada akhir minggu pertama dan minggu kedua infeksi saluran pernapasan meningkat drastis, setelah itu pada minggu ketiga dan keempat kasus infeksi saluran pernapasan menurun dan diikuti dengan peningkatan kasus infeksi pada sistem saluran pencernaan. Pola penyakit seperti ini dapat digunakan sebagai strategi penanggulan bencana di kemudian hari dan terbukti pada saat bencana gempa bumi Palu. Tim relawan medis dari Ikatan Dokter Anak Indonesia sudah mempersiapkan bantuan medis belajar pada kasus di bencana gempa bumi Lombok. Berbeda bencana, berbeda pula pendekatan bantuan medis, terutama terhadap anak-anak.

Pada Desember 2021, Gunung Semeru meletus dan berdampak luas, termasuk terhadap anak-anak.

Hal lain yang dikhawatirkan pada saat anak berada di pengungsian adalah dampak emosional dan stres. Namun dari pengamatan Satgas Bencana IDAI, dari minggu pertama sampai minggu kelima, anak-anak tidak mengalami gangguan emosional dan stres berdasar skala penilaian yang digunakan relawan. Saat bencana banyak relawan yang datang membawa mainan dan mengajak bermain, tetapi dampak jangka panjang harus diteliti setelah relawan meninggalkan lokasi pengungsian dan anak-anak yang menunggu relokasi rumah tempat tinggal mereka.

Siapakah yang memantau dampak kesehatan dan dampak psikologis anak-anak jangka panjang? Hal ini merupakan masalah yang harus dicari solusinya. Ketika terjadi bencana alam, banyak sekali masyarakat Indonesia yang berlomba-lomba membantu korban bencana, tetapi siapakah yang tetap konsisten membantu, terutama terhadap anak-anak sampai beberapa bulan ke depan? Pertanyaan retoris yang harus menjadi tanggung jawab kita bersama.

Untuk wabah demam berdarah dengue, saat ini juga sedang merajalela. Banyak sekali anak yang menjadi korbannya. Berdasarkan data dari salah satu RS rujukan, dari Januari 2021 sampai dengan Maret 2022 terdapat 42 anak yang mengalami infeksi virus dengue berat dan harus dirawat di ruang intensif. Sebanyak 11,9% membutuhkan alat bantu napas yang bersifat invasif, 7,1% membutuhkan alat bantu napas yang bersifat noninvasif. Dari total pasien infeksi virus dengue (DBD) berat, 14,3% meninggal dunia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Dasco Panggil Satgas...
Dasco Panggil Satgas Percepatan Penanganan Bencana Sumatera
Perkuat Penanganan Bencana...
Perkuat Penanganan Bencana Daerah, Kemendagri Dorong Transformasi Tata Kelola BPBD
Forum Bisnis New York,...
Forum Bisnis New York, RI Dorong Investasi Karbon Hutan Berintegritas Tinggi
BNPB Ungkap Indonesia...
BNPB Ungkap Indonesia Peringkat Ketiga Negara dengan Risiko Bencana Tertinggi di Dunia
Kemendagri: Permendagri...
Kemendagri: Permendagri 18/2025 Tempatkan BPBD Pemegang Komando Penanganan Bencana
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
Ini Analisa BMKG Terkait...
Ini Analisa BMKG Terkait Gempa Besar M5,4 di Sarmi Papua
Gempa M4,5 Guncang Kendari,...
Gempa M4,5 Guncang Kendari, Berpusat di Darat Akibat Sesar Aktif
Rekomendasi
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
Timnas Indonesia dan...
Timnas Indonesia dan Oman Tiba, Lautan Suporter Padati Stadion GBK
Timnas Indonesia Sikat...
Timnas Indonesia Sikat Oman 2-0 di Babak Pertama FIFA Matchday
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Hasil Drawing Babak...
Hasil Drawing Babak 4: Timnas Indonesia Satu Grup dengan Irak dan Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved