Tokoh Maluku Pertanyakan Kejelasan Proyek LIN dan ANP
Minggu, 03 April 2022 - 16:37 WIB
loading...
Tokoh Maluku Abdul Hamid Rahayaan mempertanyakan dua pernyataan berbeda terkait rencana proyek Lumbung Ikan Nusantara (LIN) dan Ambon New Port (ANP). FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Tokoh Maluku Abdul Hamid Rahayaan mempertanyakan dua pernyataan berbeda terkait rencana proyek Lumbung Ikan Nusantara (LIN) dan Ambon New Port (ANP). Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan lokasinya tidak memenuhi syarat, sedangkan Pemerintah Daerah Maluku menegaskan sebaliknya.
Menurut Abdul Hamid, pernyataan Luhut terkait lokasi proyek LIN dan ANP disampaikan kepada delapan orang wakil Maluku di Senayan. Sementara Pemda Maluku menyatakan saat ini telah dilakukan persiapan dalam bentuk pelepasan lahan dari masyarakat pemilik hak dan lain-lain atas dasar tersebut.
"Menjadi pertanyaan sebenarnya siapa yang berbohong dengan tujuan jahat untuk menghambat proyek LIN dan ANP tersebut," kata Abdul Hamid kepada pers di Jakarta, Minggu (3/3/2022).
Baca juga: Pemerintah Didesak Segera Realisasikan LIN dan ANP
Menurutnya, pemerintah pusat dan daerah wajib menjelaskan mengapa proyek LIN dan ANP di Maluku belum juga terealisasi. Padahal sudah belasan tahun proyek tersebut telah digagas. "Tentu kedua belah pihak harus menjelaskan secara ilmiah dan jujur agar Rakyat Maluku dapat mengetahui siapa yang tidak menghendaki atau menghambat proyek tersebut," katanya.
Menurut Abdul Hamid, pernyataan Luhut terkait lokasi proyek LIN dan ANP disampaikan kepada delapan orang wakil Maluku di Senayan. Sementara Pemda Maluku menyatakan saat ini telah dilakukan persiapan dalam bentuk pelepasan lahan dari masyarakat pemilik hak dan lain-lain atas dasar tersebut.
"Menjadi pertanyaan sebenarnya siapa yang berbohong dengan tujuan jahat untuk menghambat proyek LIN dan ANP tersebut," kata Abdul Hamid kepada pers di Jakarta, Minggu (3/3/2022).
Baca juga: Pemerintah Didesak Segera Realisasikan LIN dan ANP
Menurutnya, pemerintah pusat dan daerah wajib menjelaskan mengapa proyek LIN dan ANP di Maluku belum juga terealisasi. Padahal sudah belasan tahun proyek tersebut telah digagas. "Tentu kedua belah pihak harus menjelaskan secara ilmiah dan jujur agar Rakyat Maluku dapat mengetahui siapa yang tidak menghendaki atau menghambat proyek tersebut," katanya.
Lihat Juga :