Kepercayaan terhadap KPK Terus Menurun, Beda Tipis dengan Polri dan Kejaksaan

Minggu, 03 April 2022 - 16:10 WIB
loading...
Kepercayaan terhadap...
Tingkat kepercayaan terhadap KPK menurun sejak revisi UU yang dianggap sebagai pelemahan. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Survei nasional Indikator terbaru menemukan kepercayaan publik terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) cenderung menurun. Sempat mengalami puncak pada 2018, revisi terhadap Undang-Undang (UU) KPK yang menghasilkan UU Nomor 19/2019 justru memangkas tingkat kepercayaan masyarakat terhadap KPK.

“Ada yang menarik juga, trust terhadap KPK kalau kita lihat terjadi penurunan, KPK yang warna kuning, terutama sejak 2018, pertama kali KPK kita deteksi cukup tinggi 84,8%. Tapi setelah itu, 2019 (80,3%), 2020 (73,5%), 2021 (71,1%), sampai 2022 (74%), trust-nya turun,” kata Direktur Eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi dalam rilis survei daring yang bertajuk “Trust Terhadap Institusi Politik, Isu-isu Terakhir dan Dinamika Elektoral Jelang Pemilu Serentak 2024”, Minggu (3/4/2022).



Kemudian, Burhan juga mengakui bahwa tingkat kepercayaan antara KPK dan Polri saling berdekatan. Polri memang sempat naik tingkat kepercayaannya namun turun lagi, tapi intinya KPK dengan Polri ini bedanya tipis. Padahal, KPK pernah menjadi lembaga paling dipercaya di bersama dengan TNI dan Presiden.

“KPK pernah menjadi bagian yang paling dipercaya publik selain TNI dan presiden, tapi belakang sepertinya KPK menghadapi isu terutama pasca revisi UU KPK. Dan kita tahu hal tersebut membuat publik berkurang trusnya,” ungkapnya.

Menurut Burhan, meskipun Desember 2021 ada sedikit kenaikan (kepercayaan KPK) tetapi tetap belum kembali seperti semula. Sama halnya dengan Polri dan Jaksa, ketiga institusi penegak hukum ini perbedaan tingkat kepercayaannya sangat tipis.

“Tetapi memang 3 institusi penegak hukum, polisi, jaksa dan KPK tipis bedanya, tidak bisa dibedakan. Sebelum 2018, KPK bedanya selalu signifikan dengan polisi dan jaksa,” terang Burhan.



Survei dilakukan pada 11-21 Februari 2022, populasi survei ini adalah seluruh WNI yang punya hak pilih pada pemilu. Penarikan sampel menggunakan multistage random sampling, dengan basis sampel 1.200 orang yang berasal dari seluruh provinsi dan terdistribusi secara proporsional. Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel basis 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error) +/- 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.

Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor yang kembali mendatangi responden terpilih, dan tidak ditemukan kesalahan berarti.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dewan Pers Minta Polri...
Dewan Pers Minta Polri Tinjau Ulang Perpol Izin Liputan Jurnalis Asing
Senjakala Pemberantasan...
Senjakala Pemberantasan Korupsi jika Kejaksaan Dilarang Usut Korupsi
Jurnalis Asing Wajib...
Jurnalis Asing Wajib Punya Surat Keterangan Kepolisian? Kapolri dan Kadiv Humas Polri Buka Suara
26 Jenderal Baru Polri...
26 Jenderal Baru Polri Dilantik Sehari sebelum Lebaran, Lengkap dengan Jabatannya
2 Pati Bintang 3 Polri...
2 Pati Bintang 3 Polri Dimutasi Sehari Sebelum Lebaran, Keduanya Baru Naik Pangkat Jadi Komjen
Mukti Juharsa Promosi...
Mukti Juharsa Promosi Irjen, Ini 4 Kiprahnya Berantas Narkoba Jaringan Internasional
10 Perwira Bareskrim...
10 Perwira Bareskrim Dapat Penugasan di Luar Institusi Polri, Ini Daftar Namanya
Libur Lebaran, Batas...
Libur Lebaran, Batas Akhir Pelaporan LHKPN Diundur hingga 11 April 2025
29 WNI di Filipina Ditangkap...
29 WNI di Filipina Ditangkap terkait Judi Online, Dipulangkan ke Indonesia
Rekomendasi
Open House, Bupati Kendal...
Open House, Bupati Kendal Kenakan Dress Populer KSFW 2025
4 Negara Islam yang...
4 Negara Islam yang Terdampak Tarif Impor AS Terbesar, Nomor 2 Pernah Diinvasi
Industri Tekstil: Harus...
Industri Tekstil: Harus Pintar-pintar Menyikapi Tarif Impor AS
Berita Terkini
Jalur Gentong Tasikmalaya...
Jalur Gentong Tasikmalaya Arah Bandung Macet, Antrean Kendaraan Capai 10 Kilometer
1 jam yang lalu
Jelang Puncak Arus Balik...
Jelang Puncak Arus Balik Lebaran, Lalu Lintas Tol Jabodetabek dan Jawa Barat Meningkat
2 jam yang lalu
Polisi Terapkan One...
Polisi Terapkan One Way Tol Kalikangkung - Brebes
3 jam yang lalu
Airlangga Temui Anwar...
Airlangga Temui Anwar Ibrahim Merespons Kebijakan Trump
3 jam yang lalu
Arus Balik, Gerbang...
Arus Balik, Gerbang Tol Cikatama Dipadati Kendaraan dari Trans Jawa Malam Ini
3 jam yang lalu
Soroti Kebijakan Trump,...
Soroti Kebijakan Trump, Evita Minta Pemerintah Fokus Penguatan Industri Dalam Negeri
3 jam yang lalu
Infografis
Pakar Moskow: Serang...
Pakar Moskow: Serang AS dan Inggris dengan Nuklir!
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved