KPK Ingatkan Guru yang Kerap Terima Hadiah: Itu Gratifikasi, Bukan Rezeki
Jum'at, 02 Mei 2025 - 15:06 WIB
loading...
Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana memberikan keterangan kepada media di Jakarta, Jumat (2/5/2025). FOTO/JONATHAN SIMANJUNTAK
A
A
A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) menyoroti masih banyaknya fenomena guru yang menerima hadiah dari wali murid. Hal tersebut sering terjadi saat kenaikkan kelas siswa yang juga terpotret dalam Survei Penilaian Integritas Pendidikan 2024.
KPK mengingatkan menerima hadiah saat kenaikan kelas merupakan salah satu bentuk gratifikasi . Guru diminta untuk mengerti bahwa gratifikasi bukanlah bagian dari rezeki.
"Bagaimana menyosialisasikan gratifikasi itu, itu bukan rezeki. Harus dibedakan mana rezeki, mana gratifikasi. Jadi selalu kita gembar-gemborkan kepada mereka. Disosialisasikan, dikampanyekan oleh kita dalam bentuk formal maupun non-formal," kata Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana di Jakarta, Jumat (2/5/2025).
Baca juga: Momen Prabowo Naik Maung Hadiri Hardiknas di SDN Cimahpar 5 Bogor
Sosialisasi bentuk-bentuk gratifikasi kepada guru, kata Wawan, merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan nilai integritas di dunia pendidikan. Sebab, menurutnya, nilai integritas bukan sekadar pada perilaku murid.
KPK mengingatkan menerima hadiah saat kenaikan kelas merupakan salah satu bentuk gratifikasi . Guru diminta untuk mengerti bahwa gratifikasi bukanlah bagian dari rezeki.
"Bagaimana menyosialisasikan gratifikasi itu, itu bukan rezeki. Harus dibedakan mana rezeki, mana gratifikasi. Jadi selalu kita gembar-gemborkan kepada mereka. Disosialisasikan, dikampanyekan oleh kita dalam bentuk formal maupun non-formal," kata Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana di Jakarta, Jumat (2/5/2025).
Baca juga: Momen Prabowo Naik Maung Hadiri Hardiknas di SDN Cimahpar 5 Bogor
Sosialisasi bentuk-bentuk gratifikasi kepada guru, kata Wawan, merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan nilai integritas di dunia pendidikan. Sebab, menurutnya, nilai integritas bukan sekadar pada perilaku murid.
Lihat Juga :