Pengamat: Bukan Pulang Kampung Pak Jokowi, Itu Mengungsi...
Jum'at, 24 April 2020 - 15:40 WIB
loading...
A
A
A
Padahal, kata Badrun, jika dicermati secara lebih komprehensif, bergeraknya puluhan ribu warga dari Jabodetabek ke kampung itu bisa dimaknai sebagai mengungsi.
"Mereka menjadi pengungsi di daerah. Mengapa? Sebab di antara karakteristik pengungsi adalah tidak memiliki cukup keuangan dan makanan untuk bisa bertahan hidup, di kampung juga lama-lama sumber bantuannya dari sesama warga di kampung juga akan habis. Sementara pekerjaan di kampung tidak ada," tuturnya.(Baca juga: Jokowi Larang Mudik di Tengah Pandemi Corona )
Sehingga, kata dia, praktis warga tersebut hanya akan bergantung pada bantuan. Badrun yang juga sebagai Analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini mengatakan, kebergantungan tinggi pada bantuan adalah ciri warga pengungsi.
"Sesungguhnya saat ini sedang terjadi pengungsian besar besaran di seluruh Indonesia. Situasi ini juga terjadi di hampir seluruh dunia. Problemnya di Indonesia tampak lebih parah karena kemungkinan daya tahanya hanya maksimal dua atau tiga bulan saja," tuturnya. .
"Mereka menjadi pengungsi di daerah. Mengapa? Sebab di antara karakteristik pengungsi adalah tidak memiliki cukup keuangan dan makanan untuk bisa bertahan hidup, di kampung juga lama-lama sumber bantuannya dari sesama warga di kampung juga akan habis. Sementara pekerjaan di kampung tidak ada," tuturnya.(Baca juga: Jokowi Larang Mudik di Tengah Pandemi Corona )
Sehingga, kata dia, praktis warga tersebut hanya akan bergantung pada bantuan. Badrun yang juga sebagai Analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini mengatakan, kebergantungan tinggi pada bantuan adalah ciri warga pengungsi.
"Sesungguhnya saat ini sedang terjadi pengungsian besar besaran di seluruh Indonesia. Situasi ini juga terjadi di hampir seluruh dunia. Problemnya di Indonesia tampak lebih parah karena kemungkinan daya tahanya hanya maksimal dua atau tiga bulan saja," tuturnya. .
(dam)
Lihat Juga :