Ketua DPD Dorong IDI Persiapkan Roadmap Ketahanan Nasional Kesehatan
Jum'at, 25 Maret 2022 - 15:09 WIB
loading...
A
A
A
"Kita jadi mengetahui dengan terang benderang bagaimana industri alat kesehatan kita yang masih didominasi produk impor, di mana hampir 90% alat kesehatan penting ternyata masih impor," kata LaNyalla.
Namun, rupanya pemerintah tergagap, sehingga tidak menyiapkan roadmap untuk ketahanan nasional di sektor Kesehatan secara komprehensif. Padahal, serangan virus ini sebenarnya bukan yang pertama. Sebelumnya Indonesia pernah mengalami badai virus Flu Burung dan lain-lain. Bahkan, negara ini masih akan menghadapi ancaman kesehatan yang diprediksi akibat dampak climate change bila tidak mampu diatasi oleh masyarakat internasional.
Baca juga: Jokowi Minta Jaksa Agung Awasi Produk Impor yang Dicap Produk Dalam Negeri
"Jadi roadmap membangun ketahanan sektor kesehatan dalam perspektif kedaulatan bangsa sangat penting. Dan di sinilah Ikatan Dokter Indonesia harus mengambil peran penting dan revolusioner," kata LaNyalla.
Menurutnya, sebagai sebuah bangsa, amat penting untuk memperkuat ketahanan di sektor strategis, salah satunya adalah sektor kesehatan, selain sektor pangan, pendidikan dan pertahanan-keamanan. Untuk memperkuat ketahanan di sektor kesehatan harus dilakukan dengan menelaah persoalan yang ada di hulu, bukan persoalan yang ada di hilir.
"Salah satu persoalan hulu kesehatan nasional kita, selain lemahnya fasilitas kesehatan, terutama di luar Jawa dan daerah kepulauan, juga sebaran dokter yang kurang merata. Tapi rupanya lagi-lagi pemerintah ingin mengambil jalan pintas," kata LaNyalla.
Selain akan membuka ruang bagi dokter asing untuk masuk ke Indonesia, LaNyalla juga menyebut pemerintah juga akan menggelontorkan dana sekitar Rp3 triliun untuk membangun Bali International Hospital yang bekerja sama dengan Mayo Clinic yang berpusat di Amerika Serikat.
Namun, rupanya pemerintah tergagap, sehingga tidak menyiapkan roadmap untuk ketahanan nasional di sektor Kesehatan secara komprehensif. Padahal, serangan virus ini sebenarnya bukan yang pertama. Sebelumnya Indonesia pernah mengalami badai virus Flu Burung dan lain-lain. Bahkan, negara ini masih akan menghadapi ancaman kesehatan yang diprediksi akibat dampak climate change bila tidak mampu diatasi oleh masyarakat internasional.
Baca juga: Jokowi Minta Jaksa Agung Awasi Produk Impor yang Dicap Produk Dalam Negeri
"Jadi roadmap membangun ketahanan sektor kesehatan dalam perspektif kedaulatan bangsa sangat penting. Dan di sinilah Ikatan Dokter Indonesia harus mengambil peran penting dan revolusioner," kata LaNyalla.
Menurutnya, sebagai sebuah bangsa, amat penting untuk memperkuat ketahanan di sektor strategis, salah satunya adalah sektor kesehatan, selain sektor pangan, pendidikan dan pertahanan-keamanan. Untuk memperkuat ketahanan di sektor kesehatan harus dilakukan dengan menelaah persoalan yang ada di hulu, bukan persoalan yang ada di hilir.
"Salah satu persoalan hulu kesehatan nasional kita, selain lemahnya fasilitas kesehatan, terutama di luar Jawa dan daerah kepulauan, juga sebaran dokter yang kurang merata. Tapi rupanya lagi-lagi pemerintah ingin mengambil jalan pintas," kata LaNyalla.
Selain akan membuka ruang bagi dokter asing untuk masuk ke Indonesia, LaNyalla juga menyebut pemerintah juga akan menggelontorkan dana sekitar Rp3 triliun untuk membangun Bali International Hospital yang bekerja sama dengan Mayo Clinic yang berpusat di Amerika Serikat.
Lihat Juga :