Dubes Ukraina: Kami Setangguh Indonesia Melawan Penjajah
Jum'at, 25 Maret 2022 - 05:43 WIB
loading...
A
A
A
Setelah sebulan berjalan, pihak Ukraina mengklaim telah membunuh 14.000 tentara Rusia, dan menghancurkan ratusan tank, kendaraan lapis baja, artileri, dan pesawat. Bahkan penilaian konservatif AS memperkirakan setidaknya 7.000 orang Rusia tewas.
Selanjutnya, Rusia dengan superioritas militer yang dimiliki telah menembakkan sedikitnya 1200 rudal ke kota-kota Ukraina dan melakukan pembakaran terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir maupun Sekolah dan Rumah Sakit.
Kondisi ini membuat warga sipil di Mariapole ditembaki dan dikepung, kondisi ini menyebabkan korban meninggal dikubur di jalanan. Lebih dari 130 anak di Ukraina meninggal. PBB mencatat lebih dari 3,6 juta orang Ukraina telah meninggalkan negaranya, dan 6,5 juta lainnya telah mengungsi di Ukraina.
Dunia awalnya memprediksi penyerahan diri Kiev akan membutuhkan 72 jam tetapi angkatan bersenjata Ukraina bertahan sebulan penuh melawan kekuatan militer Rusia yang teramat dominan. Baca juga: Dubes Ukraina: Slogan "Merdeka atau Mati" Bung Tomo Jadi Inspirasi Pejuang Ukraina
“Meski demikian warga ukraina rela mengorbankan nyawanya demi kedaulatan kemerdekaan Ukraina. Ukraina berdiri dengan tegas sebagai negara demokrasi dunia dan menjadikannya sebagai simbol kebebasan melawan penindasan,” tegas Dubes Vasyl Hamianin.
Selanjutnya, Rusia dengan superioritas militer yang dimiliki telah menembakkan sedikitnya 1200 rudal ke kota-kota Ukraina dan melakukan pembakaran terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir maupun Sekolah dan Rumah Sakit.
Kondisi ini membuat warga sipil di Mariapole ditembaki dan dikepung, kondisi ini menyebabkan korban meninggal dikubur di jalanan. Lebih dari 130 anak di Ukraina meninggal. PBB mencatat lebih dari 3,6 juta orang Ukraina telah meninggalkan negaranya, dan 6,5 juta lainnya telah mengungsi di Ukraina.
Dunia awalnya memprediksi penyerahan diri Kiev akan membutuhkan 72 jam tetapi angkatan bersenjata Ukraina bertahan sebulan penuh melawan kekuatan militer Rusia yang teramat dominan. Baca juga: Dubes Ukraina: Slogan "Merdeka atau Mati" Bung Tomo Jadi Inspirasi Pejuang Ukraina
“Meski demikian warga ukraina rela mengorbankan nyawanya demi kedaulatan kemerdekaan Ukraina. Ukraina berdiri dengan tegas sebagai negara demokrasi dunia dan menjadikannya sebagai simbol kebebasan melawan penindasan,” tegas Dubes Vasyl Hamianin.
(mhd)
Lihat Juga :