Ketua DPP Perindo Khawatirkan Fenomena Korban Kekerasan Seksual Berubah Menjadi Pelaku
Minggu, 20 Maret 2022 - 22:34 WIB
loading...
Ketua DPP Perindo Bidang Perempuan dan Anak, Ratih Gunaevy khawatir korban kekerasan seksual akan berubah menjadi pelaku karena minimnya penyelesaian kasus. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPP Partai Perindo Bidang Perempuan dan Anak, Ratih Gunaevy mengungkapkan kekhawatirannya terhadap korban kekerasan seksual , tidak hanya anak dan perempuan, tapi juga laki-laki. Mereka berpotensi menjadi predator seksual karena minimnya tindakan penyelesaian kasus yang menimpa.
Hal ini disampaikan Ratih saat berbincang dengan Abraham Silaban dalam podcast aksi nyata "Dari Kamu untuk Indonesia di YouTube Perindo, Minggu (20/3/2022). "Ini seperti fenomena gunung es, yang dilaporkan saja tidak berarti menjadi gambaran banyaknya kasus kekerasan seksual yang seharusnya kita tangani. Latar belakang pelaku kekerasan seksual juga jarang diperhatikan oleh kita semua," tutur Wakil Ketua Umum Kartini Perindo ini.
Ratih menilai pengalaman masa kecil anak-anak yang pernah mengalami kekerasan seksual, kurang diperhatikan dan ditangani, berpotensi mengubah korban menjadi pelaku. Bagi Ratih hal ini merupakan lingkaran setan yang membuat kekerasan seksual tetap marak di Indonesia.
"Tidak pernah ada penyelesaian bagi korban kekerasan seksual, seperti terapi atau perlindungan, sedangkan korban mengalami kekerasa seksual terus menerus. Ini motif umum yang terjadi pada predator seksual di Indonesia," katanya.
Hal ini disampaikan Ratih saat berbincang dengan Abraham Silaban dalam podcast aksi nyata "Dari Kamu untuk Indonesia di YouTube Perindo, Minggu (20/3/2022). "Ini seperti fenomena gunung es, yang dilaporkan saja tidak berarti menjadi gambaran banyaknya kasus kekerasan seksual yang seharusnya kita tangani. Latar belakang pelaku kekerasan seksual juga jarang diperhatikan oleh kita semua," tutur Wakil Ketua Umum Kartini Perindo ini.
Ratih menilai pengalaman masa kecil anak-anak yang pernah mengalami kekerasan seksual, kurang diperhatikan dan ditangani, berpotensi mengubah korban menjadi pelaku. Bagi Ratih hal ini merupakan lingkaran setan yang membuat kekerasan seksual tetap marak di Indonesia.
"Tidak pernah ada penyelesaian bagi korban kekerasan seksual, seperti terapi atau perlindungan, sedangkan korban mengalami kekerasa seksual terus menerus. Ini motif umum yang terjadi pada predator seksual di Indonesia," katanya.
Lihat Juga :