Berkaca dari Perang Rusia-Ukraina, Perindo: Indonesia Harus Bangun Kekuatan Militer
Jum'at, 18 Maret 2022 - 17:31 WIB
loading...
A
A
A
Mantan anggota Komisi I DPR RI ini menambahkan, sebagai negara netral sekaligus penggagas Gerakan Non Blok dan G20, pemerintah Indonesia dapat berperan aktif mendorong Rusia-Ukraina serta NATO untuk menghentikan agresi, penggunaan kekuatan bersenjata dan intervensi terhadap negara lain.
”Sikap Indonesia selalu konsisten dalam penerapan hukum internasional dan piagam PBB untuk menghormati kedaulatan, kemerdekaan dan integritas negara lain. Untuk itu, Indonesia harus dapat memainkan peran dan posisi diplomasi yang sama apabila negara-negara anggota NATO melakukan intervensi dan agresi militer ke negara lain,” ujarnya.
Pengamat militer dan intelijen ini menegaskan, sikap Indonesia bersama 140 negara lainnya yang mendukung resolusi Majelis Umum PBB tentang invasi Rusia ke Ukraina tidak berarti bahwa negara ini memosisikan diri berada di pihak barat bersama NATO. ”Ini merupakan amanat konstitusi sebagaimana alinea ke 4 Pembukaan UUD 1945 untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan dan perdamaian abadi,” ucapnya.
”Sikap Indonesia selalu konsisten dalam penerapan hukum internasional dan piagam PBB untuk menghormati kedaulatan, kemerdekaan dan integritas negara lain. Untuk itu, Indonesia harus dapat memainkan peran dan posisi diplomasi yang sama apabila negara-negara anggota NATO melakukan intervensi dan agresi militer ke negara lain,” ujarnya.
Pengamat militer dan intelijen ini menegaskan, sikap Indonesia bersama 140 negara lainnya yang mendukung resolusi Majelis Umum PBB tentang invasi Rusia ke Ukraina tidak berarti bahwa negara ini memosisikan diri berada di pihak barat bersama NATO. ”Ini merupakan amanat konstitusi sebagaimana alinea ke 4 Pembukaan UUD 1945 untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan dan perdamaian abadi,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :