Dongkrak Ekonomi, Bupati Morowali Utara Dorong Masyarakat Lakukan Budidaya
Selasa, 15 Maret 2022 - 18:08 WIB
loading...
Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi saat mengikuti babak penjurian Indonesia Visionary Leader (IVL) Sesi IX digelar di Gedung SINDO, Jakarta, Selasa (15/3/2022). FOTO/MPI/ATHIKA RAHMA
A
A
A
JAKARTA - Babak penjurian Indonesia Visionary Leader (IVL) Seasion IX digelar di Gedung SINDO, Jakarta, Selasa (15/3/2022). Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi menjadi salah satu peserta yang masuk dalam babak ini.
Bupati Delis membeberkan strateginya mendongrak ekonomi dan menyejahterakan masyarakat Morowali Utara, yaitu dengan mendorong budidaya di masyarakat. "Tingkat kemiskinan kami masih tinggi karena pelibatan UMKM dan tenaga kerja di industri. Oleh karena itu, kita dorong dengan budidaya agar masyarakat yang tidak terdampak industri bisa ikut ter-support sekaligus men-support industri," kata Delis dalam paparannya.
Delis memaparkan sejumlah program kerjanya. Misalnya, Morut Gempar (Gerakan Penanaman Pekarangan) yang ditujukan bagi masyarakat stunting dan masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Mereka akan didorong memanfaatkan pekarangan dengan menanam tanaman yang memiliki nilai jual dan ekonomis.
"Kemudian, kami juga melakukan pengembangan bisnis sejumlah komoditas. Kami kerja sama dengan IPB (Institut Pertanian Bogor) untuk memetakan potensi unggulan karena dari tahun sebelumnya, bantuan bibit tidak sesuai dengan potensi komoditas," katanya.
Bupati Delis membeberkan strateginya mendongrak ekonomi dan menyejahterakan masyarakat Morowali Utara, yaitu dengan mendorong budidaya di masyarakat. "Tingkat kemiskinan kami masih tinggi karena pelibatan UMKM dan tenaga kerja di industri. Oleh karena itu, kita dorong dengan budidaya agar masyarakat yang tidak terdampak industri bisa ikut ter-support sekaligus men-support industri," kata Delis dalam paparannya.
Delis memaparkan sejumlah program kerjanya. Misalnya, Morut Gempar (Gerakan Penanaman Pekarangan) yang ditujukan bagi masyarakat stunting dan masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Mereka akan didorong memanfaatkan pekarangan dengan menanam tanaman yang memiliki nilai jual dan ekonomis.
"Kemudian, kami juga melakukan pengembangan bisnis sejumlah komoditas. Kami kerja sama dengan IPB (Institut Pertanian Bogor) untuk memetakan potensi unggulan karena dari tahun sebelumnya, bantuan bibit tidak sesuai dengan potensi komoditas," katanya.
Lihat Juga :