Kejar Pemeriksaan 20.000 Spesimen Per Hari, Kemenkes Tambah SDM
Selasa, 16 Juni 2020 - 14:18 WIB
loading...
A
A
A
"Tentunya dengan harapan kalau misalnya 6 jam per hari saja kita bisa capai 19.000, maka dua kali lipat, misalnya jam kerja ditingkatkan, maka tentunya target 20.000 itu pasti akan kita lewati. Itu salah satu strategi kita," kata Abdul.(Baca juga: Sebanyak 139 Laboratorium Telah Aktif Lakukan Pemeriksaan Spesimen COVID-19 )
Namun penambahan jam kerja juga memiliki implikasi, yakni harus menambah SDM. "Tidak mungkinlah teman-teman saya, para dokter-dokter ahli mikrobiologi klinik misalnya kita akan paksakan bekerja sampai overtime di atas 6 jam, mereka juga akan rentan terhadap terjadinya infeksi. Karena terjadi kelelahan, maka dengan sendirinya yang juga dapat tertular dan tentu hasil yang kita harapkan tidak maksimal," kata Abdul.
Untuk mencapai target ini, Abdul mengatakan, Kemenkes akan menambah 300 tenaga laboratorium. "Kemarin itu, hari Senin, kita sudah melakukan pelatihan sekitar 300 tenaga laboratorium. Dan tenaga laboratorium yang nanti akan bekerja langsung di dalam laboratorium," katanya.
Sebanyak 300 tenaga laboratorium ini telah dipersiapkan untuk pelatihan selama 5 hari. Mereka akan disebar ke laboratorium-laboratorium daerah. "Karena pekerjaan virus ini bukan pekerjaan yang gampang dan betapa susahnya itu pekerjaan di laboratorium. Karena ini kita akan bermain-main dengan makhluk halus yang tidak kelihatan, virus itu," katanya.
"Teman-teman kita akan nanti akan bertugas di laboratorium itu harus diberikan pelatihan komprehensif yang mengenai itu. Dan kemarin kita 300 orang kita sudah persiapkan untuk dilatih selama 5 hari. Dan setelah itu kita sebar ke daerah-daerah,” jelas Abdul.
Namun penambahan jam kerja juga memiliki implikasi, yakni harus menambah SDM. "Tidak mungkinlah teman-teman saya, para dokter-dokter ahli mikrobiologi klinik misalnya kita akan paksakan bekerja sampai overtime di atas 6 jam, mereka juga akan rentan terhadap terjadinya infeksi. Karena terjadi kelelahan, maka dengan sendirinya yang juga dapat tertular dan tentu hasil yang kita harapkan tidak maksimal," kata Abdul.
Untuk mencapai target ini, Abdul mengatakan, Kemenkes akan menambah 300 tenaga laboratorium. "Kemarin itu, hari Senin, kita sudah melakukan pelatihan sekitar 300 tenaga laboratorium. Dan tenaga laboratorium yang nanti akan bekerja langsung di dalam laboratorium," katanya.
Sebanyak 300 tenaga laboratorium ini telah dipersiapkan untuk pelatihan selama 5 hari. Mereka akan disebar ke laboratorium-laboratorium daerah. "Karena pekerjaan virus ini bukan pekerjaan yang gampang dan betapa susahnya itu pekerjaan di laboratorium. Karena ini kita akan bermain-main dengan makhluk halus yang tidak kelihatan, virus itu," katanya.
"Teman-teman kita akan nanti akan bertugas di laboratorium itu harus diberikan pelatihan komprehensif yang mengenai itu. Dan kemarin kita 300 orang kita sudah persiapkan untuk dilatih selama 5 hari. Dan setelah itu kita sebar ke daerah-daerah,” jelas Abdul.
(abd)
Lihat Juga :