Sekolah Segera Dibuka, Menkes Siapkan Fasilitas Layanan Kesehatan
Selasa, 16 Juni 2020 - 02:00 WIB
loading...
Menteri Kesehatan (Menkes) Agus Terawan Putranto menyiapkan sarana prasarana protokol kesehatan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah pada pertengahan Juli mendatang. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyiapkan protokol kesehatan untuk mendukung rencana pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah yang bakal dimulai pada pertengahan Juli mendatang. Prosedur itu sudah dikoordinasikan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Kementerian Agama (Kemenag).
“Kementerian Kesehatan akan menyiapkan sarana prasarana kesehatan atau fasilitas pelayanan kesehatan, baik itu puskesmas dan sarana kesehatan di sekitar sekolah untuk bisa melakukan pendampingan promotif-preventif, dan konsultatif dalam kaitan memonitor kegiatan sekolah,” kata Menteri Kesehatan (Menkes) Agus Terawan Putranto dalam konferensi pers terkait penyelenggaraan pembelajaran Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di masa pandemi Covid-19, Senin (15/6/2020). (Baca juga: Mendikbud: Hanya Sekolah di Zona Hijau yang Boleh Belajar Tatap Muka)
Terawan memastikan kesiapan fasilitas itu akan terus dilakukan dengan memprioritaskan keselamatan dan kesehatan para pelajar. Dukungan tersebut diharapkan akan menunjang kelancaran proses kegiatan belajar mengajar di sekolah yang telah mendapat izin untuk dibuka. “Kami akan terus dukung yang sudah dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan maupun Menteri Agama. Kita harapkan kegiatan belajar mengajar berjalan dengan lancar. Itu adalah harapan kami semua,” ujarnya. (Baca juga: Pemerintah Segera Revisi Data Zona Daerah Sebelum Sekolah Dibuka Kembali)
Ia menegaskan, bagi sekolah yang dibuka atau tidak, akan tetap mengikuti prosedur tata kelola yang sudah ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Pihaknya juga akan menyurati dinas kesehatan kabupaten/kota dan fasilitas layanan kesehatan terdekat sekolah untuk melakukan pendampingan terhadap sekolah yang buka.
Jika ditemukan ada kasus positif di sekolah, maka petugas puskesmas dan dinas kesehatan kabupaten/kota akan berkoordinasi dengan sekolah tersebut untuk menjaga agar tidak terjadi penyebaran lebih lanjut. “Aktivitas sekolah akan dihentikan dulu sementara dan terus dilakukan tracing pada anak yang sakit tersebut. Tracing itu bisa ditelusuri dari lingkungan anak tersebut maupun di lingkungan sekolahnya,” kata Terawan.
“Kementerian Kesehatan akan menyiapkan sarana prasarana kesehatan atau fasilitas pelayanan kesehatan, baik itu puskesmas dan sarana kesehatan di sekitar sekolah untuk bisa melakukan pendampingan promotif-preventif, dan konsultatif dalam kaitan memonitor kegiatan sekolah,” kata Menteri Kesehatan (Menkes) Agus Terawan Putranto dalam konferensi pers terkait penyelenggaraan pembelajaran Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di masa pandemi Covid-19, Senin (15/6/2020). (Baca juga: Mendikbud: Hanya Sekolah di Zona Hijau yang Boleh Belajar Tatap Muka)
Terawan memastikan kesiapan fasilitas itu akan terus dilakukan dengan memprioritaskan keselamatan dan kesehatan para pelajar. Dukungan tersebut diharapkan akan menunjang kelancaran proses kegiatan belajar mengajar di sekolah yang telah mendapat izin untuk dibuka. “Kami akan terus dukung yang sudah dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan maupun Menteri Agama. Kita harapkan kegiatan belajar mengajar berjalan dengan lancar. Itu adalah harapan kami semua,” ujarnya. (Baca juga: Pemerintah Segera Revisi Data Zona Daerah Sebelum Sekolah Dibuka Kembali)
Ia menegaskan, bagi sekolah yang dibuka atau tidak, akan tetap mengikuti prosedur tata kelola yang sudah ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Pihaknya juga akan menyurati dinas kesehatan kabupaten/kota dan fasilitas layanan kesehatan terdekat sekolah untuk melakukan pendampingan terhadap sekolah yang buka.
Jika ditemukan ada kasus positif di sekolah, maka petugas puskesmas dan dinas kesehatan kabupaten/kota akan berkoordinasi dengan sekolah tersebut untuk menjaga agar tidak terjadi penyebaran lebih lanjut. “Aktivitas sekolah akan dihentikan dulu sementara dan terus dilakukan tracing pada anak yang sakit tersebut. Tracing itu bisa ditelusuri dari lingkungan anak tersebut maupun di lingkungan sekolahnya,” kata Terawan.
Lihat Juga :