Hermansyah, Putra Kalbar Pertama yang Lolos Seleksi Tahap III Calon Hakim Agung
Rabu, 09 Maret 2022 - 21:13 WIB
loading...
A
A
A
Jika dinyatakan lolos tes kesehatan, tahap selanjutnya adalah wawancara dengan panitia seleksi (pansel) secara terbuka. Bagi yang lolos tahap ini akan mengikuti proses politik di DPR untuk fit and proper test. "Di situlah kita akan ditanya soal komitmen dan pandangan hukum kita. Nanti Komisi III merekomendasikan 4 orang diterima dari 36 peserta seleksi calon Hakim Agung," katanya.
Menurut Hermansyah, hakim di Mahkamah Agung berasal dari dua jalur, hakim karir dan hakim nonkarir. Hakim karir adalah yang sejak awal berprofesi sebagai hakim. Sementara hakim nonkarir beradal dari advokat atau dosen yang mempunyai pengalaman di bidang hukum selama 30 tahun.
Hermansyah menegaskan dirinya adalah putra Kalbar pertama yang mengikuti proses seleksi Hakim Agung di Komisi Yudiasial dan berhasil lolos pada proses seleksi tahap III. Dirinya mempunya motivasi kuat untuk mengabdi di Mahkamah Agung.
"Motivasi dan cita-cita saya sejak lama ketika lulus S1 tahun 1988, berkeiginan menjadi hakim dan kemudian memilih jalur dosen. Tapi hal itu tidak pernah menyurutkan saya untuk terus mempersiapkan diri menjadi Hakim Agung," katanya.
"Di samping keinginan saya sejak dari S1, ditambah lagi keinginan agar ilmu yang saya miliki bisa memberikan kemanfaatan kepada orang lain melalui putusan-putusan yang sesuai dengan asas keadilan," katanya.
Menurut Hermansyah, hakim di Mahkamah Agung berasal dari dua jalur, hakim karir dan hakim nonkarir. Hakim karir adalah yang sejak awal berprofesi sebagai hakim. Sementara hakim nonkarir beradal dari advokat atau dosen yang mempunyai pengalaman di bidang hukum selama 30 tahun.
Hermansyah menegaskan dirinya adalah putra Kalbar pertama yang mengikuti proses seleksi Hakim Agung di Komisi Yudiasial dan berhasil lolos pada proses seleksi tahap III. Dirinya mempunya motivasi kuat untuk mengabdi di Mahkamah Agung.
"Motivasi dan cita-cita saya sejak lama ketika lulus S1 tahun 1988, berkeiginan menjadi hakim dan kemudian memilih jalur dosen. Tapi hal itu tidak pernah menyurutkan saya untuk terus mempersiapkan diri menjadi Hakim Agung," katanya.
"Di samping keinginan saya sejak dari S1, ditambah lagi keinginan agar ilmu yang saya miliki bisa memberikan kemanfaatan kepada orang lain melalui putusan-putusan yang sesuai dengan asas keadilan," katanya.
(abd)
Lihat Juga :