Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Sabtu, 05 Maret 2022 - 14:44 WIB
loading...
A
A
A
Itu artinya, pemerintah perlu memastikan agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Dalam keterangan pers secara virtual, Selasa (1/3), BPS melaporkan terjadi deflasi pada bulan Februari 2022 sebesar 0,02%. Namun, inflasi inti mencapai 0,2% atau berarti permintaan terhadap komoditas masih tinggi.
Selain memastikan agar program-program populer macam Program Keluarga Harapan (PKH) hingga Bantuan Sosial Tunai (BST) tetap berjalan baik, pemerintah juga dapat menjaga agar harga bahan bakar minyak (BBM) tidak naik meskipun harga minyak dunia melesat. Salah satu langkah yang dapat dilakukan menjaga harga keekonomian BBM subsidi.
Patut diingat, mengacu kepada penghitungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kenaikan USD1 dolar per barel minyak berdampak kepada beban kompensasi BBM Rp2,65 triliun dan elpiji Rp1,47 triliun. Sementara itu total subsidi BBM dan elpiji dalam APBN 2022 sebesar Rp77,5 triliun dengan harga patokan Indonesian Crude Price (ICP) USD63 per barel.
Langkah kedua yang tidak kalah penting adalah optimalisasi peran Tim Pengendali Inflasi Nasional (TPIN) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). TPIN dan TIPD merupakan tim yang bertugas memantau dan menyiapkan langkah-langkah untuk mengatasi permasalahan inflasi khususnya di daerah. Tim pengendalian inflasi di tingkat pusat sendiri sudah ada sejak 2005.
Seperti diketahui, kenaikan harga barang juga dapat dipicu oleh aksi penimbunan. Berkaca kepada kasus penimbunan jutaan liter minyak goreng di Sumatera Utara beberapa waktu lalu, tim harus memastikan agar tidak ada penimbunan BBM maupun elpiji. Sebab, ketika ada yang menimbun, maka pasokan di pasar tradisional maupun modern terhambat hingga berujung kepada kenaikan harga di level konsumen.
Untuk itu, langkah hukum tegas perlu diambil kepada para penjahat yang hanya memikirkan keuntungan bisnis semata alih-alih kepentingan masyarakat luas. Dengan begitu, timbul efek jera sehingga peristiwa serupa tidak terulang kembali. Di titik inilah peran serta masyarakat juga dapat diikutkan demi inflasi dan daya beli yang terjaga.
Pada akhirnya, kita semua tentu berharap agar perdamaian segera terjadi di Ukraina. Sebab, perang tidak hanya memakan korban warga tidak berdosa semata, melainkan juga perekonomian dunia yang menjadi taruhan. Di saat perang terhadap Covid-19 belum berakhir, bukankah lebih elok peperangan dalam wujud invasi Rusia ke Ukraina diakhiri?
Selain memastikan agar program-program populer macam Program Keluarga Harapan (PKH) hingga Bantuan Sosial Tunai (BST) tetap berjalan baik, pemerintah juga dapat menjaga agar harga bahan bakar minyak (BBM) tidak naik meskipun harga minyak dunia melesat. Salah satu langkah yang dapat dilakukan menjaga harga keekonomian BBM subsidi.
Patut diingat, mengacu kepada penghitungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kenaikan USD1 dolar per barel minyak berdampak kepada beban kompensasi BBM Rp2,65 triliun dan elpiji Rp1,47 triliun. Sementara itu total subsidi BBM dan elpiji dalam APBN 2022 sebesar Rp77,5 triliun dengan harga patokan Indonesian Crude Price (ICP) USD63 per barel.
Langkah kedua yang tidak kalah penting adalah optimalisasi peran Tim Pengendali Inflasi Nasional (TPIN) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). TPIN dan TIPD merupakan tim yang bertugas memantau dan menyiapkan langkah-langkah untuk mengatasi permasalahan inflasi khususnya di daerah. Tim pengendalian inflasi di tingkat pusat sendiri sudah ada sejak 2005.
Seperti diketahui, kenaikan harga barang juga dapat dipicu oleh aksi penimbunan. Berkaca kepada kasus penimbunan jutaan liter minyak goreng di Sumatera Utara beberapa waktu lalu, tim harus memastikan agar tidak ada penimbunan BBM maupun elpiji. Sebab, ketika ada yang menimbun, maka pasokan di pasar tradisional maupun modern terhambat hingga berujung kepada kenaikan harga di level konsumen.
Untuk itu, langkah hukum tegas perlu diambil kepada para penjahat yang hanya memikirkan keuntungan bisnis semata alih-alih kepentingan masyarakat luas. Dengan begitu, timbul efek jera sehingga peristiwa serupa tidak terulang kembali. Di titik inilah peran serta masyarakat juga dapat diikutkan demi inflasi dan daya beli yang terjaga.
Pada akhirnya, kita semua tentu berharap agar perdamaian segera terjadi di Ukraina. Sebab, perang tidak hanya memakan korban warga tidak berdosa semata, melainkan juga perekonomian dunia yang menjadi taruhan. Di saat perang terhadap Covid-19 belum berakhir, bukankah lebih elok peperangan dalam wujud invasi Rusia ke Ukraina diakhiri?
(ynt)
Lihat Juga :