Ukraina Harap Muslim Indonesia Tidak Terprovokasi Propaganda Rusia

Kamis, 03 Maret 2022 - 23:14 WIB
loading...
Ukraina Harap Muslim...
Dubes Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamia-Nin meminta umat muslim Indonesia untuk tidak terprovokasi adanya isu miring yang beredar luas. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Tindakan invasi militer yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina menjadi perhatian khusus dunia. Pasalnya, dalam perang yang terjadi di era modern ini, selain membuat korban jiwa dan beredar isu miring yang melibatkan agama.

Baca juga: Dievakuasi dari Ukraina, 83 WNI Tiba di Bandara Soekarno-Hatta

Terkait adanya isu miring tersebut, Dubes Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamia-Nin meminta umat muslim dunia, khususnya masyarakat Indonesia untuk tidak percaya atau jangan terprovokasi adanya isu miring yang beredar luas.

Menurut Vasyl Hamia-Nin, tindakan agresi berbahaya yang dilakukan oleh diktator Rusia Putin terhadap Ukraina terus membawa kesedihan, kehancuran dan air mata, hingga menewaskan ribuan orang tak bersalah.

Dengan adanya invasi Rusia, membuat tidak tinggal diam. Bahkan melakukan perlawanan terhadap agresi tersebut dan telah menyatukan bangsa Ukraina menjadi satu bersaudara.

"Orang Ukraina dan Tatar, Kristen dan Muslim berjuang bersama membela Tanah Air dari penjajah. Mufti Ukraina dan Mufti Krimea juga telah menyerukan kepada umat Islam di seluruh dunia untuk mendoakan agresi Rusia yang sungguh kejam," Kata Vasyl Hamia-Nin melalui keterangan tertulis, Kamis (3/3/2022).

Baca juga: Dubes Rusia: Kami Tidak Menyerang Penduduk, Tapi Rezim Ukraina yang Jahat

Vasyl Hamia-Nin juga mengatakan jika Rusia tidak hanya menyerang Ukraina di medan perang, dengan menggunakan bom, tank, dan rudal. Namun, serangan Rusia dimulai dengan menyebarkan propaganda yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Hal ini bertujuan untuk merusak persatuan umat Islam di seluruh dunia, dengan membuat pesan-pesan palsu nan provokatif kemudian membagikannya di media sosial. Tujuannya adalah untuk menanam bibit amarah di hati saudara-saudari Muslim terhadap Ukraina.

"Di era teknologi modern dan terutama selama berlangsungnya perang, pesan dan informasi seperti itu menjadi viral, sehingga mencemarkan hati orang-orang dengan kebencian dan kegeraman," tutur Vasyl Hamia-Nin.



Untuk itu, Vasyl Hamia-Nin meminta kepada seluruh umat muslim di Indonesia agar tidak mempercayai berita palsu dan provokasi propaganda yang dibuat oleh diktator Rusia.

Ia menyebut Komunitas Muslim Ukraina yang terdiri dari 2 juta orang selama beberapa dekade ini hidup bahagia bersama dengan kelompok-kelompok etnis dan agama lain di Ukraina. Mereka berada di salah satu kelompok masyarakat paling toleran di dunia.

"Mari, bersama kita berdoa untuk perdamaian dan kemakmuran setiap bangsa di seluruh dunia. Semoga perang kejam terhadap kemanusiaan ini segera dihentikan, Insya Allah. Allah merahmatimu," pungkasnya.

Sebelumnya beredar kabar jika pasukan pemburu Chechnya mendukung adanya invasi Rusia. Kemudian melihat kondisi ini disebutkan bahwa Ukraina telah melumuri peluru menggunakan minyak babi untuk melawan pasukan Chechnya yang mayoritas adalah umat Muslim.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Serdik Sebasa Lemdiklat...
Serdik Sebasa Lemdiklat Polri Dalami Peluang Beasiswa YLP di Kedubes Jepang
Kedubes Iran Kutuk Serangan...
Kedubes Iran Kutuk Serangan AS-Israel: Ali Khamenei Gugur, Sekolah Jadi Sasaran
Profil Serda Satria...
Profil Serda Satria Arta Kumbara, Mantan Marinir TNI AL yang Ikut Berperang di Rusia
Satria Arta Kumbara,...
Satria Arta Kumbara, Dipecat dari Marinir TNI AL, Kini Jadi Militer Rusia Lawan Ukraina
Akhir Perang Rusia-Ukraina...
Akhir Perang Rusia-Ukraina dan Pengaruh Korea Utara-China
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Rekomendasi
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Kelompok Studi Mahasiswa...
Kelompok Studi Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta Antusias Ikuti Edukasi Pasar Modal dari MNC Sekuritas
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Berita Terkini
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved