Nilai-nilai Kebangsaan Harus Diimplementasikan dalam Tindakan Keseharian
Rabu, 02 Maret 2022 - 19:29 WIB
loading...
A
A
A
Director Dayalima Abisatya, salah satu penggagas Nenilai, Meike Malaon mengungkapkan hasil survei pada 2020 terhadap 50.452 responden. Nenilai merupakan sebuah gerakan inisiatif untuk membangun Indonesia maju dan dewasa yang digagas oleh Bappenas, Indika Energy, Dayalima Abisatya, Pantarei, dan Stoik Trisula.
Baca juga: Nilai-nilai Kebangsaan Penting Ditanamkan lewat Proses Pendidikan
Hasil survei menunjukkan mayoritas responden mengharapkan nilai-nilai yang mengarah pada kepentingan bersama seperti adil dan keadilan, keadilan sosial, hak asasi manusia, gotong-royong, dan demokrasi. Namun, ujar Mieke, nilai-nilai yang dirasakan para responden saat ini bukan seperti apa yang diharapkan, seperti birokrasi yang berbelit-belit, korupsi dan sejumlah nilai yang memicu energi negatif di masyarakat.
"Temuan tersebut harus menjadi perhatian bersama, agar nilai-nilai yang diharapkan masyarakat dapat direalisasikan," katanya.
Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto mengungkapkan, berdirinya bangsa Indonesia banyak diwarnai dengan sikap legowo dari para pendiri bangsa saat menentukan nilai-nilai yang menjadi dasar pembangunan bangsa ketika menetapkan ideologi negara. Namun saat ini kondisi keberagaman yang dimiliki, ujar Cak Nanto, sapaan akrab Sunanto, seringkali dibenturkan pada aktivitas politik, terutama saat masuk agenda politik lima tahunan. Akibatnya, setiap lima tahun pemahaman kita pada nilai-nilai keberagaman yang dimiliki mulai dari nol lagi.
"Kita masih banyak pekerjaan rumah untuk merealisasikan Indonesia Emas 2045, karena masih banyak kegagapan yang terjadi dalam menghadapi berbagai perbedaan," ujar Cak Nanto.
Wakil Ketua Badan Legislasi DPR Willy Aditya mengungkapkan bahwa Indonesia terbentuk dari kumpulan bangsa-bangsa yang menjadi satu negara. Kondisi tersebut sangat rentan, sehingga tidak mudah menghadapi realita yang ada seperti saat ini.
Baca juga: Nilai-nilai Kebangsaan Penting Ditanamkan lewat Proses Pendidikan
Hasil survei menunjukkan mayoritas responden mengharapkan nilai-nilai yang mengarah pada kepentingan bersama seperti adil dan keadilan, keadilan sosial, hak asasi manusia, gotong-royong, dan demokrasi. Namun, ujar Mieke, nilai-nilai yang dirasakan para responden saat ini bukan seperti apa yang diharapkan, seperti birokrasi yang berbelit-belit, korupsi dan sejumlah nilai yang memicu energi negatif di masyarakat.
"Temuan tersebut harus menjadi perhatian bersama, agar nilai-nilai yang diharapkan masyarakat dapat direalisasikan," katanya.
Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto mengungkapkan, berdirinya bangsa Indonesia banyak diwarnai dengan sikap legowo dari para pendiri bangsa saat menentukan nilai-nilai yang menjadi dasar pembangunan bangsa ketika menetapkan ideologi negara. Namun saat ini kondisi keberagaman yang dimiliki, ujar Cak Nanto, sapaan akrab Sunanto, seringkali dibenturkan pada aktivitas politik, terutama saat masuk agenda politik lima tahunan. Akibatnya, setiap lima tahun pemahaman kita pada nilai-nilai keberagaman yang dimiliki mulai dari nol lagi.
"Kita masih banyak pekerjaan rumah untuk merealisasikan Indonesia Emas 2045, karena masih banyak kegagapan yang terjadi dalam menghadapi berbagai perbedaan," ujar Cak Nanto.
Wakil Ketua Badan Legislasi DPR Willy Aditya mengungkapkan bahwa Indonesia terbentuk dari kumpulan bangsa-bangsa yang menjadi satu negara. Kondisi tersebut sangat rentan, sehingga tidak mudah menghadapi realita yang ada seperti saat ini.
Lihat Juga :