Tabularasa Pancasila

Senin, 21 Februari 2022 - 09:30 WIB
loading...
A A A
Mereka langsung membicarakan soal Undang-Undang Dasar. Salah seorang dari anggota panitia Penyelidik Usaha-usaha Kemerdekaan Indonesia yang menjawab pertanyaan itu adalah Bung Karno yang mengucapkan pidatonya pada 1 Juni 1945. Yang berjudul Pancasila, lima sila, yang lamanya kira-kira satu jam.

Mengapa dalam upaya memahami Pancasila penting sekali bagi kita kembali menjadi semacam kertas kosong? Tentu ini untuk memurnikan pemahaman menuju kepada keotentikan dan kejujuran. Pasalnya, sudah barang tentu sulit menjadi jujur tanpa mengosongkan diri.

Sungguh beruntung sekali sesungguhnya kita Bangsa Indonesia karena Bung Karno sejak awal mula mengosongkan diri dalam artian menjauhkan diri dari klaim pribadi dan merasa memiliki ide Pancasila itu sebagai anggitannya atau pikirannya. Bung Karno lebih menyebutnya sebagai ilham yang diturunkan oleh Tuhan. Dalam konteks ini Bung Karno sendiri menempatkan dirinya seakan sebagai kertas kosong yang sekadar menyampaikan ilham dari Tuhan.

Berkaitan dengan itu, menjadi menarik jika kita simak perkataan Sukarno yang begitu puitik ditulis dalam biografinya yang ditulis Cindy Adams berikut:

“Di malam sebelum aku akan berbicara di Badan Penyelidik, aku pergi ke luar pekarangan rumahku. Seorang diri. Dan aku memandang bintang-bintang di langit. Dan aku kagum pada ciptaan yang sempurna itu. Dan aku meratap pelan-pelan. Kusampaikan kepada Tuhan, aku menangis karena besok aku akan menghadapi saat bersejarah dalam hidupku. Dan aku memerlukan bantuan-Mu. Aku tahu, pemikiran yang akan kusampaikan bukanlah milikku. Engkaulah yang membukakannya kepadaku. Hanya engkaulah yang Maha Pencipta. Engkaulah yang selalu memberi petunjuk pada setiap nafas hidupku. Ya Allah, berikan kembali petunjuk serta ilham-Mu kepadaku”.

Menilik pada kutipan perkataan Bung Karno tersebut dapatlah kita dipahamkan dan mahfum mengapa Sukarno tidak mengklaim pidatonya tentang Pancasila sebagai pemikirannya. Sukarno telah menjadikan dirinya kertas kosong (tabularasa) sejak permulaanya. Sebuah jalan dan hikmah yang bisa kita petik untuk juga bertabularasa Pancasila mulai saat ini dan seterusnya. Dengan begitu diharapkan Pancasila benar-benar terang sebagai bintang penuntun manusia Indonesia, bangsa dan negara Indonesia bahkan dunia untuk beradaptasi sekaligus tetap setia kepada tujuan etisnya.
(ynt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pancasila yang Kita...
Pancasila yang Kita Peringati, Pancasila yang Kita Khianati
BPIP Gelar Penguatan...
BPIP Gelar Penguatan Kebajikan Pancasila, Marinus Gea: Harus Dihidupi, Bukan Sekadar Dihafalkan
BPIP Ajukan Tambahan...
BPIP Ajukan Tambahan Anggaran Rp370 Miliar untuk 2027
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
BNPP Gelar Upacara Hari...
BNPP Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Peran Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa
Di Diskusi Partai Perindo,...
Di Diskusi Partai Perindo, JJ Rizal Minta Gubernur Jakarta Belajar dari Soekarno
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Rekomendasi
LABSPROJECT 2026 Dorong...
LABSPROJECT 2026 Dorong Kreativitas dan Kolaborasi Siswa SMA Labschool Jakarta
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
Tutup Kaderisasi Nasional...
Tutup Kaderisasi Nasional 2026, Ansor Canangkan Cetak Biru Kepemimpinan Nasional
Berita Terkini
Polda Metro dan Kejari...
Polda Metro dan Kejari Jaksel Kompak Minta Hakim Tolak Praperadilan Roy Suryo
Mengelola Anggaran Daerah...
Mengelola Anggaran Daerah di Era Efisiensi
Rapat Satgas PKH di...
Rapat Satgas PKH di Kemenhan, Panglima TNI hingga Jaksa Agung Hadir, Kapolri Tak Terlihat
Gus Lilur: Rekonsiliasi...
Gus Lilur: Rekonsiliasi Nasional Harus Diawali Kebenaran dan Penegakan Hukum
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan ke-2 Hari Ini, Roy Suryo Siap Dengarkan Jawaban Polda Metro Jaya
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tersangka, Gerindra Dorong Evaluasi Total Sistem Pengawas Internal Kejaksaan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved