Perang Buzzer Diprediksi Warnai Pilres 2024, PAN Ingatkan Jaga Kualitas Demokrasi
Minggu, 20 Februari 2022 - 12:26 WIB
loading...
A
A
A
Terkait kontestasi pilpres, menurut Dimas dengan adanya era digital seperti saat ini maka perang siber antar pendukung calon presiden adalah suatu keniscayaan. Kampanye dengan gaya tradisional seperti baliho dan spanduk tetap dibutuhkan namun biayanya sangat besar jika ingin mendapatkan jangkauan yang luas, beda halnya dengan dunia siber, biaya tidak terlalu besar namun jangkauannya bisa sangat luas. Masing – masing ada plus minusnya.
Dimas menegaskan yang terpenting dari perang siber adalah konteks dan substansi. Harus menjadi pertarungan gagasan, ide, program, disertai data dan fakta, bukan pertarungan yang menyasar ke persoalan personal, SARA, hingga latar belakang keluarga. Hal ini sangat penting agar demokrasi kita semakin dewasa dan berkualitas tidak seperti polarisasi yang terjadi pada Pemilu 2019.
”Tugas ini bukan saja menjadi kewajiban dari para calon presiden namun juga kewajiban dari seluruh pendukung, partai pengusung, dan kita semua,” ucapnya.
Dimas menegaskan yang terpenting dari perang siber adalah konteks dan substansi. Harus menjadi pertarungan gagasan, ide, program, disertai data dan fakta, bukan pertarungan yang menyasar ke persoalan personal, SARA, hingga latar belakang keluarga. Hal ini sangat penting agar demokrasi kita semakin dewasa dan berkualitas tidak seperti polarisasi yang terjadi pada Pemilu 2019.
”Tugas ini bukan saja menjadi kewajiban dari para calon presiden namun juga kewajiban dari seluruh pendukung, partai pengusung, dan kita semua,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :