Perang Buzzer Diprediksi Warnai Pilres 2024, PAN Ingatkan Jaga Kualitas Demokrasi

Minggu, 20 Februari 2022 - 12:26 WIB
loading...
Perang Buzzer Diprediksi...
Jubir muda Partai Amanat Nasional (PAN) Dimas Prakoso Akbar mengakui perang siber di Pilpres 2024 tidak terhindarkan karena memang saat ini merupakan era digital. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pilpres 2024 diprediksi masih akan diwarnai oleh perang buzzer atau pendengung. Fenomena perang buzzer sebelumnya terjadi pada Pilpres 2014 dan 2019.

“Pilpres 2024 masih akan diwarnai dengan perang siber via buzzer-buzzer, bahkan akan semakin terstruktur, masif, dan sistematis (TSM),” ujar pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin kepada SINDOnews, Minggu (20/2/2022)

Jubir muda Partai Amanat Nasional (PAN) Dimas Prakoso Akbar mengakui perang siber di Pilpres 2024 tidak terhindarkan karena memang saat ini merupakan era digital, tidak semua hal dapat tersampaikan melalui alat peraga kampanye seperti baliho, spanduk, dan lain-lain.

Baca juga: Pilpres 2024, Perang Buzzer Diprediksi Masih Akan Mewarnai

Namun Dimas memastikan PAN tidak pernah dan tidak akan menggunakan jasa buzzer secara langsung maupun tidak langsung. PAN lebih memilih memberdayakan sumber daya partai dan para simpatisan dalam kontestasi pemilu nanti. Sumber daya bisa berasal dari dalam maupun dari luar partai karena PAN selain memiliki kader juga memiliki simpatisan.

Baca juga: Fenomena Buzzer, Mahfud MD: Jangan Ditudingkan ke Pemerintah Saja

Sumber daya yang dimaksud antara lain keberadaan jubir muda PAN yang berfungsi untuk menyampaikan kritik maupun masukan kepada siapapun berdasarkan data dan fakta serta melalui kajian matang. Tugasnya selain mengamplifikasi kebijakan dan pencapaian partai juga memberi kritik terhadap tema-tema yang menjadi perhatian publik serta membutuhkan advokasi melalui entitas partai politik. Selain jubir muda tentunya PAN juga mengandalkan mesin partai seperti aktivasi akun media sosial para kader yang duduk di parlemen maupun tidak.

Terkait kontestasi pilpres, menurut Dimas dengan adanya era digital seperti saat ini maka perang siber antar pendukung calon presiden adalah suatu keniscayaan. Kampanye dengan gaya tradisional seperti baliho dan spanduk tetap dibutuhkan namun biayanya sangat besar jika ingin mendapatkan jangkauan yang luas, beda halnya dengan dunia siber, biaya tidak terlalu besar namun jangkauannya bisa sangat luas. Masing – masing ada plus minusnya.

Dimas menegaskan yang terpenting dari perang siber adalah konteks dan substansi. Harus menjadi pertarungan gagasan, ide, program, disertai data dan fakta, bukan pertarungan yang menyasar ke persoalan personal, SARA, hingga latar belakang keluarga. Hal ini sangat penting agar demokrasi kita semakin dewasa dan berkualitas tidak seperti polarisasi yang terjadi pada Pemilu 2019.

”Tugas ini bukan saja menjadi kewajiban dari para calon presiden namun juga kewajiban dari seluruh pendukung, partai pengusung, dan kita semua,” ucapnya.

(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
Ketua DPW Partai Perindo...
Ketua DPW Partai Perindo Sulsel Abdul Hayat Gani, dari Birokrasi ke Politik yang Melayani
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, PSI Perkuat Konsolidasi Akar Rumput di Kalimantan
Konsolidasi Kekuatan...
Konsolidasi Kekuatan di Jawa Barat, Perindo Targetkan Basis Kemenangan dan Model Nasional
Rekomendasi
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
Berita Terkini
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved