Vaksinasi Covid-19 Tiap Tahun, Perlu dan Mungkin?
Kamis, 17 Februari 2022 - 16:52 WIB
loading...
A
A
A
Keempat, pandemic profittering effect. Vaksin adalah komoditas bisnis. Targetnya miliaran orang. Sebuah laporan menyebutkan bahwa perusahaan vaksin meraup keuntungan USD94 juta setiap hari. Tahun lalu, keuntungan Pfizer mencapai USD37 miliar. Perusahaan vaksin dan pihak yang terlibat bisnis ini tentu saja tidak ingin kehilangan momentum. Mereka disebut pandemic profittering. Mereka akan melakukan berbagai cara untuk menjustifikasi program vaksinasi regular. Maka jangan heran bila akan muncul berbagai alasan lain, di luar alasan di atas, yang mendukung program vaksinasi reguler. Baru-baru ini saja, CEO Pfizer Dr Albert Bourla mengeluarkan pendapat bahwa vaksin sebaiknya diberikan setiap tahun. Alasannya, strategi ini lebih baik daripada pengulangan booster setiap beberapa bulan. Pemberian tahunan juga akan lebih mudah diterima masyarakat. Hingga saat ini juga, perusahaan vaksin belum mau membagi formula vaksinnya agar bisa diproduksi secara luas. Alasannya, vaksin adalah produk biologis yang kompleks, terdiri dari banyak unsur, yang pembuatannya membutuhkan keahlian tinggi, pengalaman dan alat. Padahal saat awal pandemi, mereka mengeluarkan komitmen akan menggunakan semua sumber dan keahlian untuk memproteksi populasi global. Intinya, beragam upaya akan dilakukan pandemic profittering untuk memuluskan program vaksinasi tahunan.
Suka atau tidak suka, gabungan massive, variant, waning, and pandemic profittering effects menjadi alasan substansial kemungkinan digelarnya vaksinasi tahunan. Bila ini benar terjadi, tentu banyak isu bersirkulasi : apakah harus diberikan pada semua orang, apakah sifatnya wajib, apakah gratis? Namun, lupakan sementara isu-isu potensial tersebut. Yang perlu dibereskan saat ini adalah kesiapan mental (mental readiness) kalau program ini benar akan terlaksana. Sekarang saja, masih cukup banyak masyarakat yang menolak program vaksinasi. Bagaimana bila nanti program ini benar-benar menjadi reguler?
Suka atau tidak suka, gabungan massive, variant, waning, and pandemic profittering effects menjadi alasan substansial kemungkinan digelarnya vaksinasi tahunan. Bila ini benar terjadi, tentu banyak isu bersirkulasi : apakah harus diberikan pada semua orang, apakah sifatnya wajib, apakah gratis? Namun, lupakan sementara isu-isu potensial tersebut. Yang perlu dibereskan saat ini adalah kesiapan mental (mental readiness) kalau program ini benar akan terlaksana. Sekarang saja, masih cukup banyak masyarakat yang menolak program vaksinasi. Bagaimana bila nanti program ini benar-benar menjadi reguler?
(bmm)
Lihat Juga :