Capres Militer vs Sipil, Siapa Berpeluang Menangi Pilpres 2024?
Rabu, 16 Februari 2022 - 14:20 WIB
loading...
A
A
A
3. Ridwan Kamil
Meskipun elektabilitasnya tidak sebesar Ganjar dan Anies, nama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga ramai disebut dalam bursa capres 2024. Pria yang akrab disapa Kang Emil ini masuk ke dalam 3 besar tokoh yang akan mencalonkan diri sebagai capres, berdasarkan hasil survei Indometer pada 1 - 10 Februari 2021.
Melansir Okezone, Ridwan Kamil berada di posisi ke-3 dengan perolehan 16,1% suara. Ridwan Kamil juga telah menyatakan siap maju dan bertarung ke ajang Pilpres 2024. Hal itu ia sampaikan pada 18 Januari 2022 di Bali. Ia tinggal menunggu partai politik mana yang bersedia mendukungnya.
Siapa yang akan memenangi Pilpres 2024? Sosok sipil atau militer?Pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Robi Nurhadi mengatakan, peluang duet sipil-sipil menang atas duet militer-sipil pada Pilpres 2024 fifty-fifty. Menurutnya, pada Pilpres 2024 akan ada sosok Prabowo yang tidak bisa dianggap enteng dan punya potensi menang.
"Prabowo ini ada potensi menang, baik karena partainya, kemudian pesona politiknya, maupun peluang dukungan dari kelompok penguasa, semisal dari parpol seperti PDIP ataupun jaringan penguasa yang terbentuk sekarang. Jadi saya melihat faktor Prabowo ini faktor yang tidak bisa dinafikan untuk kemudian dia menang, dengan siapa pun dia berpasangan," papar Robi kepada SINDOnews, Kamis (3/2/2022) malam.
Baca juga: Berjaya di Berbagai Survei Tak Menjamin Capres Menangi Pilpres 2024
Menurut Robi, Prabowo yang juga ketua umum Partai Gerindra punya semuanya dan sangat diperhitungkan dalam Pilpres 2024. "Yang kita tidak tahu ke depan adalah bagaimana citra Prabowo saat Pilpres 2024. Tapi kalau kemudian konflik militer meluas di kawasan Asis Tenggara, ada kebutuhan publik akan figur militer," tegasnya.
Di sisi lain, lanjutnya, duet sipil-sipil akan menghadapi tantangan tersendiri yang tidak sederhana. Indikatornya adalah seperti adanya kekecewaan yang muncul saat ini. Namun, menurutnya, Pilpres 2024 dianggap peluang untuk memunculkan pemimpin baru, karena menjadi gerbang emas menentukan perubahan.
Robi mengatakan, duet sipil ini perlu memberi penekanan kepada penguatan tim militer dalam tim suksesnya ke depan. "Karena itu kembali saya katakan peluangnya fifty-fifty duet sipil-sipil menang lagi di pilpres," ujarnya.
Meskipun elektabilitasnya tidak sebesar Ganjar dan Anies, nama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga ramai disebut dalam bursa capres 2024. Pria yang akrab disapa Kang Emil ini masuk ke dalam 3 besar tokoh yang akan mencalonkan diri sebagai capres, berdasarkan hasil survei Indometer pada 1 - 10 Februari 2021.
Melansir Okezone, Ridwan Kamil berada di posisi ke-3 dengan perolehan 16,1% suara. Ridwan Kamil juga telah menyatakan siap maju dan bertarung ke ajang Pilpres 2024. Hal itu ia sampaikan pada 18 Januari 2022 di Bali. Ia tinggal menunggu partai politik mana yang bersedia mendukungnya.
Siapa yang akan memenangi Pilpres 2024? Sosok sipil atau militer?Pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Robi Nurhadi mengatakan, peluang duet sipil-sipil menang atas duet militer-sipil pada Pilpres 2024 fifty-fifty. Menurutnya, pada Pilpres 2024 akan ada sosok Prabowo yang tidak bisa dianggap enteng dan punya potensi menang.
"Prabowo ini ada potensi menang, baik karena partainya, kemudian pesona politiknya, maupun peluang dukungan dari kelompok penguasa, semisal dari parpol seperti PDIP ataupun jaringan penguasa yang terbentuk sekarang. Jadi saya melihat faktor Prabowo ini faktor yang tidak bisa dinafikan untuk kemudian dia menang, dengan siapa pun dia berpasangan," papar Robi kepada SINDOnews, Kamis (3/2/2022) malam.
Baca juga: Berjaya di Berbagai Survei Tak Menjamin Capres Menangi Pilpres 2024
Menurut Robi, Prabowo yang juga ketua umum Partai Gerindra punya semuanya dan sangat diperhitungkan dalam Pilpres 2024. "Yang kita tidak tahu ke depan adalah bagaimana citra Prabowo saat Pilpres 2024. Tapi kalau kemudian konflik militer meluas di kawasan Asis Tenggara, ada kebutuhan publik akan figur militer," tegasnya.
Di sisi lain, lanjutnya, duet sipil-sipil akan menghadapi tantangan tersendiri yang tidak sederhana. Indikatornya adalah seperti adanya kekecewaan yang muncul saat ini. Namun, menurutnya, Pilpres 2024 dianggap peluang untuk memunculkan pemimpin baru, karena menjadi gerbang emas menentukan perubahan.
Robi mengatakan, duet sipil ini perlu memberi penekanan kepada penguatan tim militer dalam tim suksesnya ke depan. "Karena itu kembali saya katakan peluangnya fifty-fifty duet sipil-sipil menang lagi di pilpres," ujarnya.
(zik)
Lihat Juga :