Kemenkes: 95% Kasus Covid-19 Didominasi Varian Omicron
Rabu, 16 Februari 2022 - 12:42 WIB
loading...
Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, varian Omicron saat ini telah mendominasi kasus Covid-19 di seluruh dunia termasuk Indonesia. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ), Siti Nadia Tarmizi mengatakan, varian Omicron saat ini telah mendominasi kasus Covid-19 di seluruh dunia termasuk Indonesia. Bahkan, angkanya mencapai 95% dari total kasus ini.
"Omicron ini menjadi pemicu tingginya penambahan kasus Covid-19 di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Saat ini Omicron sudah mendominasi varian Covid-19 yang bersirkulasi di masyarakat, baik di level global maupun di level nasional. Angkanya sudah mencapai 95% lebih," kata Nadia saat konferensi pers secara virtual, Rabu (16/2/2022).
Bahkan, kata Nadia, penularan Omicron ini jauh lebih cepat 4-5 kali lipat dibandingkan dengan varian Delta. Per kemarin bahwa kasus puncak daripada Covid-19 tanggal 15 Februari berada pada angka 57.049 dimana angka ini sudah melebihi dari puncak Delta yakni 56.000.
"Hal ini penting untuk dapat kita pahami bersama bahwa penularan Omicron yang jauh lebih cepat 4-5 kali lebih cepat dari Delta, yang tentunya akan berdampak semakin banyak orang yang akan terinfeksi baik yang bergejala maupun yang tidak bergejala," kata Nadia.
"Omicron ini menjadi pemicu tingginya penambahan kasus Covid-19 di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Saat ini Omicron sudah mendominasi varian Covid-19 yang bersirkulasi di masyarakat, baik di level global maupun di level nasional. Angkanya sudah mencapai 95% lebih," kata Nadia saat konferensi pers secara virtual, Rabu (16/2/2022).
Bahkan, kata Nadia, penularan Omicron ini jauh lebih cepat 4-5 kali lipat dibandingkan dengan varian Delta. Per kemarin bahwa kasus puncak daripada Covid-19 tanggal 15 Februari berada pada angka 57.049 dimana angka ini sudah melebihi dari puncak Delta yakni 56.000.
"Hal ini penting untuk dapat kita pahami bersama bahwa penularan Omicron yang jauh lebih cepat 4-5 kali lebih cepat dari Delta, yang tentunya akan berdampak semakin banyak orang yang akan terinfeksi baik yang bergejala maupun yang tidak bergejala," kata Nadia.
Lihat Juga :