Gus Nabil: NU dan PDIP Saling Melengkapi, Kuatkan Indonesia untuk G-20
Minggu, 13 Februari 2022 - 06:04 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Megawati Sebut PDIP dan NU Selalu Beriringan, Bisa Atasi Segala Ancaman
"Sebagai santri, kader NU, dan Ketua Umum Pagar Nusa NU yang selama ini berkhidmah secara politik di PDI Perjuangan, saya sungguh bersyukur menjadi bagian dari NU dan sekaligus PDI Perjuangan. Saya ingat betul, sejak ditugaskan kiai untuk ikut mewarnai PDI Perjuangan dan berkhidmah untuk Indonesia, semangat dan komitmen untuk menjaga Indonesia, menguatkan persatuan dan berkontribusi untuk bangsa, ini menjadi sangat penting," ucapnya.
Gus Nabil menambahkan, kolaborasi antara NU dan PDI Perjuangan menjadi semakin revelan saat ini, di tengah berbagai kontestasi ideologi dan politik yang ingin merongrong NKRI dari berbagai sisi. Ke depan, kata dia, NU dan PDI Perjuangan akan terus berkolaborasi, saling melengkapi tidak hanya di level nasional, tapi juga di level internasional.
"Ada ribuan kader NU yang tersebar di lebih dari 35 negara, dan saya kira, PDI Perjuangan sebagai kekuatan politik terbesar Indonesia dan tulang punggung pemerintahan saat ini, haruslah menjadikan ini sebagai momentum untuk mengonsolidasi kekuatan diaspora Indonesia dan jaringan internasional, khususnya untuk menguatkan posisi Indonesia. Ini sangat tepat momentumnya, di tengah Amanah Indonesia dalam presidensi G-20 pada 2022 ini," katanya.
"Sebagai santri, kader NU, dan Ketua Umum Pagar Nusa NU yang selama ini berkhidmah secara politik di PDI Perjuangan, saya sungguh bersyukur menjadi bagian dari NU dan sekaligus PDI Perjuangan. Saya ingat betul, sejak ditugaskan kiai untuk ikut mewarnai PDI Perjuangan dan berkhidmah untuk Indonesia, semangat dan komitmen untuk menjaga Indonesia, menguatkan persatuan dan berkontribusi untuk bangsa, ini menjadi sangat penting," ucapnya.
Gus Nabil menambahkan, kolaborasi antara NU dan PDI Perjuangan menjadi semakin revelan saat ini, di tengah berbagai kontestasi ideologi dan politik yang ingin merongrong NKRI dari berbagai sisi. Ke depan, kata dia, NU dan PDI Perjuangan akan terus berkolaborasi, saling melengkapi tidak hanya di level nasional, tapi juga di level internasional.
"Ada ribuan kader NU yang tersebar di lebih dari 35 negara, dan saya kira, PDI Perjuangan sebagai kekuatan politik terbesar Indonesia dan tulang punggung pemerintahan saat ini, haruslah menjadikan ini sebagai momentum untuk mengonsolidasi kekuatan diaspora Indonesia dan jaringan internasional, khususnya untuk menguatkan posisi Indonesia. Ini sangat tepat momentumnya, di tengah Amanah Indonesia dalam presidensi G-20 pada 2022 ini," katanya.
(cip)
Lihat Juga :