Heboh Haji Virtual, KH Cholil Nafis Sebut Proyek Wisata Arab Saudi
Rabu, 09 Februari 2022 - 17:11 WIB
loading...
Ketua MUI KH Cholil Nafis mengatakan ka’bah metaverse adalah proyek wisata religi Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Foto/Instagram @cholilnafis
A
A
A
JAKARTA - Lantaran peluncuran proyek metaverse Virtual Black Stone Initiative oleh pemerintah Arab Saudi, belakangan muncul kehebohan mengenai ibadah haji secara virtual. Bagaimana penjelasan Majelis Ulama Indonesia ( MUI )?
Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis menjelaskan, pada bulan Desember 2021 Arab Saudi merilis ka’bah secara virtual di metaverse. Proyek ka’bah metaverse ini digagas dan digarap Dinas Urusan Museum dan Pameran Kerajaan Arab Saudi yang bekerjasama dengan Universitas Umm Al-Qura.
Berdasarkan keterangan resmi pemerintah Arab Saudi, peluncuran proyek tersebut sesungguhnya dasar pemikirannya adalah pariwisata, bukan berkaitan dengan ibadah haji.
Baca juga: Viral Haji via Metaverse, Waketum MUI: Kalau Dianggap Ibadah Itu Bid’ah
”Menurut rilis Arab Saudi ketika peluncurannya adalah agar umat muslim bisa mengalami bahkan merasa mencium Hajar Aswad secara virtual sebelum melaksanakan ibadah haji ke Mekah. Jadi, peluncuran itu sebagai sarana promosi wisata religi dari pemerintahan Arab Saudi,” cuit Cholil Nafis melalui akun Twitternya, dikutip Rabu (9/2/2022).
Pengalaman di dunia metaverse, lanjut Cholil, jelas berbeda dengan pelaksanaan ibadah haji. Metaverse adalah dunia fiksi, sedangkan ibadah haji dilaksanakan di alam fisik.
Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis menjelaskan, pada bulan Desember 2021 Arab Saudi merilis ka’bah secara virtual di metaverse. Proyek ka’bah metaverse ini digagas dan digarap Dinas Urusan Museum dan Pameran Kerajaan Arab Saudi yang bekerjasama dengan Universitas Umm Al-Qura.
Berdasarkan keterangan resmi pemerintah Arab Saudi, peluncuran proyek tersebut sesungguhnya dasar pemikirannya adalah pariwisata, bukan berkaitan dengan ibadah haji.
Baca juga: Viral Haji via Metaverse, Waketum MUI: Kalau Dianggap Ibadah Itu Bid’ah
”Menurut rilis Arab Saudi ketika peluncurannya adalah agar umat muslim bisa mengalami bahkan merasa mencium Hajar Aswad secara virtual sebelum melaksanakan ibadah haji ke Mekah. Jadi, peluncuran itu sebagai sarana promosi wisata religi dari pemerintahan Arab Saudi,” cuit Cholil Nafis melalui akun Twitternya, dikutip Rabu (9/2/2022).
Pengalaman di dunia metaverse, lanjut Cholil, jelas berbeda dengan pelaksanaan ibadah haji. Metaverse adalah dunia fiksi, sedangkan ibadah haji dilaksanakan di alam fisik.
Lihat Juga :