KH. Cholil Nafis: Haji Tidak Sah Dilakukan Secara Virtual di Metaverse
Rabu, 09 Februari 2022 - 16:17 WIB
loading...
Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Cholil Nafis menilai, haji dan salat tidak sah dilakukan secara virtual di metaverse. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Arab Saudi merilis Kabah secara virtual di Metaverse bernama Virtual Black Stone Initiative. Kebijakan Pemerintah Arab Saudi tersebut mendapat tanggapan dari berbagai kalangan di Indonesia. Salah satunya, Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Cholil Nafis.
Melalui akun Twitter resminya @cholilnafis, Kiai Cholil menjelaskan keabsahan melaksanakan ibadah haji secara virtual. “Pada bulan Desember 2021 Arab Saudi merilis Kabah secara virtual di metaverse. Proyek Kabah metaverse digagas dan diwujudkan oleh Dinas Urusan Museum dan Pameran Arab Saudi bekerja sama dengan Universitas Umm Al-Qura. Bolehkah haji secara virtual?,” cuitnya.
Baca juga: Viral Haji via Metaverse, Waketum MUI: Kalau Dianggap Ibadah Itu Bid’ah
Menurut rilis Arab Saudi, kata Cholil, ketika peluncurannya adalah agar umat muslim bisa mengalami bahkan merasa mencium Hajar Aswad secara virtual sebelum melaksanakan ibadah haji ke Mekah. ”Jadi, peluncuran itu sebagai sarana promosi wisata religi dari pemerintahan Arab Saudi,” ucapnya.
Baca juga: Arab Saudi Luncurkan Layar Interaktif Pemandu Jamaah di Masjidil Haram
Melalui akun Twitter resminya @cholilnafis, Kiai Cholil menjelaskan keabsahan melaksanakan ibadah haji secara virtual. “Pada bulan Desember 2021 Arab Saudi merilis Kabah secara virtual di metaverse. Proyek Kabah metaverse digagas dan diwujudkan oleh Dinas Urusan Museum dan Pameran Arab Saudi bekerja sama dengan Universitas Umm Al-Qura. Bolehkah haji secara virtual?,” cuitnya.
Baca juga: Viral Haji via Metaverse, Waketum MUI: Kalau Dianggap Ibadah Itu Bid’ah
Menurut rilis Arab Saudi, kata Cholil, ketika peluncurannya adalah agar umat muslim bisa mengalami bahkan merasa mencium Hajar Aswad secara virtual sebelum melaksanakan ibadah haji ke Mekah. ”Jadi, peluncuran itu sebagai sarana promosi wisata religi dari pemerintahan Arab Saudi,” ucapnya.
Baca juga: Arab Saudi Luncurkan Layar Interaktif Pemandu Jamaah di Masjidil Haram
Lihat Juga :