Media Paling Terpukul Akibat Transformasi Digitalisasi

Selasa, 08 Februari 2022 - 21:33 WIB
loading...
Media Paling Terpukul...
Direktur Jenderal SDPPI Kemenkominfo Ismail M.T mengatakan, media paling terpukul akibat transformasi digitalisasi. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Era digital, kalau boleh diambil sebuah perumpamaan, adalah era dimana setiap individu tidak lagi bertumpu pada ruang konvensional, tapi aktivitas kehidupan ini banyak bertransformasi dari ruang-ruang konvensional ke ruang-ruang digital. Apa saja yang bertransformasi itu?

Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Ismail M.T mengatakan, pertama, dunia keuangan dan pembayaran. Aktivitas yang berhubungan dengan dunia keuangan dan pembayaran kini dipindahkan ke ruang digital, termasuk kredit dan sebagainya.

Kedua, transportasi. Dengan perkembangan dunia digital ini, model baru pendekatan penggunaan transportasi melalui platform digital. Jadi, kondisi transportasi nasional berubah dengan adanya digitalisasi.

Baca juga: Era Digital, Tantangan Pers Semakin Banyak

Ketiga, perdagangan dan industri. Termasuk dengan industri media saat ini. Industri media saat ini juga telah banyak yang merambah ruang digital. Apa pemicunya sehingga ruang digital ini bisa dimanfaatkan. Antara lain karena perkembangan teknologi internet yang memungkinkan hubungan antara orang secara massif dengan biaya yang murah.

Jadi, ada suatu perilaku mayarakat yang memanfaatkan ruang digital secara besar-besaran. Bahkan secara kecenderungannya, ruang digital ini makin mendominasi, makin lebih banyak orang menggunakan ruang digital daripada ruang konvensional dalam berbagai sektor kehidupan.

Baca juga: Hari Pers Nasional, Airlangga: Penanganan Covid-19 di Indonesia Terbaik ke-4 di Dunia

"Jelas, media juga merupakan salah satu dari sektor yang terdampak dengan adanya perubahan ke ruang digital. Pemicunya adalah teknologi berkembang begitu pesat yang didukung infrastruktur dan konektivitas. Jadi memudahkan koneksi masyarakat," kata Ismail dalam kegiatan diskusi Open Mic SDPPI yang mengangkat tema Tantangan dan Masa Depan Media di Era Digital, Selasa (8/2/2022).

Kegiatan diskusi tersebut diselenggarakan sebagai rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) di Kendari, pada Senin 7 Februari 2022. Format diskusi yang dilakukan secara daring dan luring ini dilakukan di Hotel Plaza Inn.

Pemicu yang kedua adalah perilaku masyarakat terutama generasi muda. Generasi muda yang ternyata memang jauh lebih merasa terbantu dan nyaman, era digital cocok dengan karakter generasi muda.

Bagaimana kondisi media di era digital saat ini? Ismail mengatakan terjadi perubahan media yang sangat signifikan karena adanya penembusan batas-batas sebagai dampak dari adanya transformasi digital. Media menjadi sektor yang paling terimbas dari era digital, paling parah dampaknya akibat transformasi digital.

Ketika internet ini menjadi massif dan mudah dikoneksi oleh masyarakat dengan kualitas baik dan harga yang murah, maka industri media itu sudah mengalami perubahan. Semua orang bisa menjadi reporter, jadi wartawan, semua orang bisa menjadi pemilik media

Untuk menghadapi tantangan ini, lanjut Ismail, Pertama, setiap insan pers atau media harus mengetahui terlebih dahulu mengenai kondisinya. Sekarang atau ke depan akan seperti apa. Kondisi sekarang dan tren-tren ke depan itu insan media seharusnya berada pada posisi terdepan untuk memahami kondisi perubahan di era digital.

Kedua, setelah memetakan kondisi sekrang dan ke depan,insan media harus mengambil posisi untuk melakukan review dan peningkatan kompetensi. Tidak ada jalan lain, karena tanpa memiliki kompetensi dan pemahaman yang kuat, maka akan menjadi follower dan tertinggal. Ketiga, insan media harus dapat mengemas produknya secara menarik.

Dalam era digital seperti saat ini, praktik jurnalisme digital di Indonesia harus terus berupaya membangun iklim media yang disukai pembaca, stabil dan dinamis, sehingga muncul berbagai media dengan ciri khas konten segmentasi berdasarkan usia tertentu. Media perlu membangun kepercayaan di tengah informasi yang melimpah dan pengaruh media sosial yang kuat dalam menyebarkan informasi.

Era teknologi digital menjadi tantangan bagi media massa untuk bekerja lebih keras mengalahkan kecepatan informasi dari media sosial dengan data yang belum tentu dipastikan kebenaranya. "Transformasi Digital akan mengubah banyak peran dan pekerjaan di semua aspek kehidupan mulai dari industri hingga pelayanan publik. Pengembangan Sumber Daya yang tanggap teknologi perlu dilakukan oleh setiap organisasi untuk beradaptasi," kata Ismail.

Era digital merupakan suatu masa di mana sebagian besar masyarakat pada masa ini menggunakan sistem digital dalam kehidupan sehari-hari. Sistem analog menjadi sistem digital, ditandai transformasi produk: e-book, internet, koran digital, e-library, e-shop, dan sebagainya.

Perkembangan era digital memberi kemudahan untuk mengakses informasi dan menyebarkannya. Media massa perlu menyesuaikan diri dengan cepat untuk tetap menjaga kepercayaan publik. Perkembangan teknologi digital dan internet berdampak pada perubahan praktek jurnalistik yang mengharuskan media mengubah cara kerja, produksi konten, model bisnis dan struktur organisasi media. Perubahan gaya transaksional media ke arah interaksi membuat media terus mengoptimalkan terlibatnya pembaca.

Ketua Harian Serikat Perusahaan Pers Januar P. Ruswita mengatakan Inovasi Digital mengubah kehidupan manusia. Beragam aplikasi platfom digital telah merasuki dan melekat pada hampir semua aspek kehidupan. "Sebanyak 202,6 juta penduduk Indonesia adalah pengakses internet, Rata-rata 8 jam 52 menit / hari. Dampaknya, penetrasi media mainstream di Indonesia menurun Televisi 86%, Koran/majalah/tabloid 8%, Radio 13%," kata Januar.

Forum diskusi dan perbincangan antara Direktur Jenderal SDPPI Kominfo bertujuan untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat, khususnya kepada media tentang tantangan masa depan di era digital. Kegiatan ini juga memberikan edukasi dan literasi kepada insan pers tentang transformasi digital dan masa depan media di era digital 4.0, dan mendukung kemerdekaan pers sebagai pilar demokrasi yang harus dijaga dan dipertahankan.

(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Teknologi Digital, AI,...
Teknologi Digital, AI, dan Konektivitas Global Lahirkan Ekosistem Gig Economy
Fenomena Hijrah Digital...
Fenomena Hijrah Digital dan Influencer Agama Harus Diiringi Kedalaman Ilmu
Politisi PDIP: RUU KKS...
Politisi PDIP: RUU KKS untuk Lindungi Hak Sipil dan Demokrasi
Pemerintah Gandeng Homeless...
Pemerintah Gandeng Homeless Media, Dewan Pers: Mereka Jangan Menjadi Humas
Hari Buruh, Nurul Arifin...
Hari Buruh, Nurul Arifin Dorong Transformasi Pekerja Indonesia Hadapi Era AI dan Digitalisasi
Perkuat Kesiapan Kerja,...
Perkuat Kesiapan Kerja, SGU Jalin Kolaborasi dengan Industri Media
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Web3 University Tour...
Web3 University Tour 2026 Digelar ITERA Lampung, Ratusan Mahasiswa Belajar Blockchain
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
Rekomendasi
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Jurus China Singkirkan...
Jurus China Singkirkan Mobil PHEV Eropa dari Pasar Otomotif
Berita Terkini
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved