Era Digital, Tantangan Pers Semakin Banyak
Selasa, 08 Februari 2022 - 20:31 WIB
loading...
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate. Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika ( Menkominfo ) Johnny G. Plate mengatakan dunia pers tengah menghadapi sejumlah tantangan di era digital. Selain tantangan digital, ada pula tantangan lain seperti menegakkan jurnalisme berkualitas.
Menurutnya, perkembangan digital saat ini melaju pesat. Johnny melanjutkan, selain tantangan digital, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana melahirkan serta menegakkan jurnalisme yang berkualitas, baik secara industrial maupun komersialisasi.
"Ditambah lagi tuntutan pers yang harus beradaptasi dengan akselerasi teknologi informasi dan komunikasi, membuat pers mengalami kecanggungan," katanya dalam Webinar The Editors Talk dengan tema 'Membangun Jurnalisme Berkualitas di Era Revolusi Teknologi Informasi', Selasa (8/2/2022).
Baca juga: Berlatar Belakang Wartawan, Jadi Menteri Kemudian
Johnny juga mengatakan, saat ini bermunculan media-media baru dan fenomena media sosial yang lebih viral serta lebih mengundang perhatian publik, diberi judul clickbait, hingga memicu adanya berita hoaks. Ini juga jadi tantangan besar. Adanya media sosial, kata dia, membuat ruang lingkup pers juga harus mengikuti perkembangan yang ada. Situasi ini, lanjutnya, mengancam keberadaan media mainstream, sekaligus mengurangi kepercayaan publik terhadap pers.
Berdasarkan survei Kominfo, pada 2021 menunjukkan masyarakat lebih tertarik dan mengakses informasi melalui media sosial dibandingkan media mainstream.
Baca juga: Deretan Wartawan yang Menjadi Wakil Rakyat di Senayan
Menurutnya, perkembangan digital saat ini melaju pesat. Johnny melanjutkan, selain tantangan digital, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana melahirkan serta menegakkan jurnalisme yang berkualitas, baik secara industrial maupun komersialisasi.
"Ditambah lagi tuntutan pers yang harus beradaptasi dengan akselerasi teknologi informasi dan komunikasi, membuat pers mengalami kecanggungan," katanya dalam Webinar The Editors Talk dengan tema 'Membangun Jurnalisme Berkualitas di Era Revolusi Teknologi Informasi', Selasa (8/2/2022).
Baca juga: Berlatar Belakang Wartawan, Jadi Menteri Kemudian
Johnny juga mengatakan, saat ini bermunculan media-media baru dan fenomena media sosial yang lebih viral serta lebih mengundang perhatian publik, diberi judul clickbait, hingga memicu adanya berita hoaks. Ini juga jadi tantangan besar. Adanya media sosial, kata dia, membuat ruang lingkup pers juga harus mengikuti perkembangan yang ada. Situasi ini, lanjutnya, mengancam keberadaan media mainstream, sekaligus mengurangi kepercayaan publik terhadap pers.
Berdasarkan survei Kominfo, pada 2021 menunjukkan masyarakat lebih tertarik dan mengakses informasi melalui media sosial dibandingkan media mainstream.
Baca juga: Deretan Wartawan yang Menjadi Wakil Rakyat di Senayan
Lihat Juga :