Pupuk, Benih, dan ICMI

Jum'at, 04 Februari 2022 - 09:14 WIB
loading...
A A A
Kedua, setelah sekian tahun kebijakan subsidi pupuk tersebut dijalankan tak terlihat dampaknya pada peningkatan produksi pangan pokok nasional. Pun tidak nampak dampaknya pada peningkatan kesejahteraan para petani. Kondisi kesejahteraan para petani tidak beranjak membaik.

Ketiga, ketergantungan petani pada pupuk unorganik (pupuk industri) sangat tinggi. Penggunaan pupuk berulang dalam jangka panjang mengakibatkan kerusakan tanah. Tanah miskin unsur hara dan kemampuan recovery kesuburan tanah secara alami hilang akibat penggunaan pupuk, obat-obatan kimia secara massif. Baik sebagai pembasmi hama maupun pengendalian gulma. Kejadian ini telah berlangsung sekitar 40 tahunan sejak revolusi hijau. Sejak itu pula, para petani tak dapat beroperasi tanpa pupuk dan obat-obatan. Ketergantungan pada pupuk membuat para petani menanggung beban biaya produksi tinggi.

Selain soal pupuk, sebagaimana saya sampaikan pada awal tulisan ini, kita juga dihadapkan pada persolan benih. Pertama, benih pajale dan sayur-sayuran. Kemampuan industri dan lembaga riset benih di negara kita dalam menghasilkan benih unggul masih rendah. BUMN Pertanian yang dimandatkan menghasilkan benih padi unggul pun masih jauh dari harapan. Sedikit sekali benih padi unggul dengan produktivitas tinggi, tahan hama dan penyakit serta cita rasa sesuai selera konsumen yang kita miliki. Untuk benih jagung dan kedelai lebih parah lagi. Kita masih tergantung pada benih impor.

Kedua, persoalan kronis juga kita temukan benih tanaman buah. Kita memiliki ragam buah-buahan tropis seperti pisang, mangga, manggis, dukuh, rambutan, alpukat, durian dan lain-lain. Namun, mohon maaf jika saya salah, belum ada lembaga riset dan industri yang sukses menghasilkan benih unggul ragam buah tadi. Bibit yang saat ini dijual di berbagai gerai bukan hasil pemulian dengan menggunakan teknologi rekayasa genetika atau teknologi canggih lainnya, melainkan hasil sambung stek pucuk dan semai biji oleh para petani penangkar.

Bibit semacam itu pula yang dijajakan di gerai-gerai bibit kampus pertanian. Sangat ironis dan memalukan. Kampus yang mestinya menjadi pusat unggulan (center of excellence) bibit hanya menjadi penjaja bibit hasil tangkaran para petani. Sejatinya kampus pertanian mampu menghasilkan benih unggul dan contoh kebunnya.

Ketiga, keprihatinan serupa juga terjadi pada benih tanaman perkebunan unggulan Indonesia seperti kopi, kakao dan sawit. Memang sudah ada Pusat Penelitian Kopi dan Kakao, di Jember Jawa Timur. Pun sudah ada pusat penelitian sawit. Mereka sudah berhasil menghasilkan bibit hasil pemuliaan. Tapi masih harus ditingkatkan. Dan, kontribusi kampus pertanian sangat dinantikan.

Mestinya, kampus pertanian memiliki agenda riset inovatif jangka panjang mengenai hal ini. Sekaligus juga mengupayakan sumberdayanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dukung Swasembada Pangan,...
Dukung Swasembada Pangan, BRIN Jadi Dapur Riset Sinergi dengan Kementan dan Kemdiktisaintek
Kementan Bentuk 33 Balai...
Kementan Bentuk 33 Balai Besar Modernisasi Pertanian di 33 Provinsi
Kementan Susun Skema...
Kementan Susun Skema Penguatan Sektor Perunggasan
Sikapi Polri Aktif di...
Sikapi Polri Aktif di Kementan, Amran: Sangat Membantu
Pemerintah Optimistis...
Pemerintah Optimistis Program Cetak Sawah Mampu Penuhi Kebutuhan Beras Nasional
KPK Cecar Mantan Dirjen...
KPK Cecar Mantan Dirjen Perkebunan tentang Anggaran hingga Pengadaan Pembeku Latek
Operasikan Command Center,...
Operasikan Command Center, Pupuk Indonesia Perkuat Pengawasan Pupuk Subsidi
Apkarindo Gelar Rembug...
Apkarindo Gelar Rembug Petani Karet dan Ketahanan Pangan Jagung di Kaltim
Ditjen Hortikultura...
Ditjen Hortikultura dan Ewindo Perluas Peran Masyarakat Kota dalam Ketahanan Pangan
Rekomendasi
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
Ion Water Gandeng Hyrox...
Ion Water Gandeng Hyrox Jakarta, Buka Jalan Atlet Fitness Indonesia ke Panggung Global
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
Berita Terkini
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
KKP Tangkap Kapal Asing...
KKP Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
Istana Tepis Isu Pengunduran...
Istana Tepis Isu Pengunduran Diri Menkeu Purbaya
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved