TKDD, Transformasi Menuju 2045
Rabu, 02 Februari 2022 - 15:36 WIB
loading...
A
A
A
Kini, setelah adanya pandemi, pemerintah berharap bukan hanya pemulihan yang terjadi, tetapi perlu upaya adanya transformasi perekonmian yang sangat kita butuhkan untuk menuju Indonesia Emas 2045.
Perbaikan infrastruktur yang hampir satu dekade dilakukan oleh pemerintah, memperbaiki konektivitas serta biaya logisktik, perlu terus disempurnakan. Hal ini kita lakukan untuk mendorong munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, dan lokasi–lokasi industri baru. Bahkan, untuk sektor pariwisata pemerintah telah menetapkan beberapa destinasi wisata nasional yang baru, bukan hanya Bali. Semangat ini perlu terus diupayakan terutama pada sektor industri, mengingat efeknya pada penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi serta kegiatan ekspor impor nasional.
Selain itu, transformasi ini juga membutuhkan SDM yang lebih baik. Ini sekaligus Pekerjaan Rumah perguruan tinggi di Indonesia dalam menyediakan SDM yang dibutuhkan. Bagaimana PT mampu menciptakan manusia pembelajar (learning society) mengingat perkembangan sektor kerja (jenis pekerjaan) yang sangat beragam dan cepat. Bersandar hanya pada kurikulum saja sangatlah tidak bijak, mengingat perubahan di lapangan kerja sangat cepat sementara kurikulum sangat lamban berubah, karena aturan–aturan yang mengikatnya juga.
Upaya terobosan untuk melahirkan penyelenggara negara, termasuk di pemerintahan serta di Perguruan Tinggi, menjadi kunci dalam mengejar transformasi ekonomi dan pembangunan.
Kebijakan fiskal (TKDD) sebagai instrumen perubahan akan menjadi kunci, walaupun gambaran besar yang ada di balik UU HKPD perlu dipahami semua penyelenggara negara agar perubahan bisa dilakukan oleh setiap agen perubahan (pemimpin) di seluruh tingkatan pemerintahan (termasuk Desa), bahkan juga di Perguruan Tinggi. Keseluruhan perubahan ini akan menjadi motor (vehicle) untuk kecepatan menuju perubahan. Artinya, kita semua bertanggung jawab atas perubahan yang kita inginkan. Mari kita wujudkan, semangat!
Perbaikan infrastruktur yang hampir satu dekade dilakukan oleh pemerintah, memperbaiki konektivitas serta biaya logisktik, perlu terus disempurnakan. Hal ini kita lakukan untuk mendorong munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, dan lokasi–lokasi industri baru. Bahkan, untuk sektor pariwisata pemerintah telah menetapkan beberapa destinasi wisata nasional yang baru, bukan hanya Bali. Semangat ini perlu terus diupayakan terutama pada sektor industri, mengingat efeknya pada penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi serta kegiatan ekspor impor nasional.
Selain itu, transformasi ini juga membutuhkan SDM yang lebih baik. Ini sekaligus Pekerjaan Rumah perguruan tinggi di Indonesia dalam menyediakan SDM yang dibutuhkan. Bagaimana PT mampu menciptakan manusia pembelajar (learning society) mengingat perkembangan sektor kerja (jenis pekerjaan) yang sangat beragam dan cepat. Bersandar hanya pada kurikulum saja sangatlah tidak bijak, mengingat perubahan di lapangan kerja sangat cepat sementara kurikulum sangat lamban berubah, karena aturan–aturan yang mengikatnya juga.
Upaya terobosan untuk melahirkan penyelenggara negara, termasuk di pemerintahan serta di Perguruan Tinggi, menjadi kunci dalam mengejar transformasi ekonomi dan pembangunan.
Kebijakan fiskal (TKDD) sebagai instrumen perubahan akan menjadi kunci, walaupun gambaran besar yang ada di balik UU HKPD perlu dipahami semua penyelenggara negara agar perubahan bisa dilakukan oleh setiap agen perubahan (pemimpin) di seluruh tingkatan pemerintahan (termasuk Desa), bahkan juga di Perguruan Tinggi. Keseluruhan perubahan ini akan menjadi motor (vehicle) untuk kecepatan menuju perubahan. Artinya, kita semua bertanggung jawab atas perubahan yang kita inginkan. Mari kita wujudkan, semangat!
(bmm)
Lihat Juga :