KSAD Akan Sediakan 10.000 Stock Reagen RNA Robotic ke RSPAD untuk Penanganan Covid-19
Kamis, 11 Juni 2020 - 23:43 WIB
loading...
KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa bakal berupaya maksimal menyedikan kebutuhan RSPAD Gatot Soebroto dalam menangani pasien Covid-19. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa mengatakan, akan berupaya maksimal menyedikan kebutuhan RSPAD Gatot Soebroto dalam menangani pasien Covid-19 .
Salah satunya menyediakan stok 10.000 reagen RNA robotic agar pengecekan tes melalui metode Polymerse Chain Reaction (PCR) di RSPAD terus berjalan.
“Sebanyak 10.000 stok reagen RNA robotic akan TNI AD kirimkan untuk memenuhi persediaan RSPAD,” ujar Andika dikutip melalui akun YouTube TNI AD, Kamis (11/6/2020).
Menurut dia, pemenuhan stok reagen PCR robotic di RSPAD agar proses penanganan Covid-19 saat ini dapat terus berjalan sehingga mampu mengurangi angka penyebarannya. (Baca juga: Jajaran Kabinet Jokowi Diminta Punya Terobosan dalam Tangani Corona)
Wakil Kepala RSPAD Gatot Soebroto Brigjen TNI dr Budi Sulistya menuturkan bila stok reagen PCR robotic di RSPAD mulai menipis. “Keterbatasan kami bahwa ekstrak RNA ini masih 8.496. Namun, ternyata yang robotic tinggal 300 sampel, nah sisanya sebanyak 8.196 itu manual. Untuk manual ini kalau sampel di atas 200 berisiko memang perlu ketelitian pipet. Karena pipet bisa berpengaruh pada hasil, kalau boleh menyarankan untuk pengadaan reagen robotic,” ujarnya.
Salah satunya menyediakan stok 10.000 reagen RNA robotic agar pengecekan tes melalui metode Polymerse Chain Reaction (PCR) di RSPAD terus berjalan.
“Sebanyak 10.000 stok reagen RNA robotic akan TNI AD kirimkan untuk memenuhi persediaan RSPAD,” ujar Andika dikutip melalui akun YouTube TNI AD, Kamis (11/6/2020).
Menurut dia, pemenuhan stok reagen PCR robotic di RSPAD agar proses penanganan Covid-19 saat ini dapat terus berjalan sehingga mampu mengurangi angka penyebarannya. (Baca juga: Jajaran Kabinet Jokowi Diminta Punya Terobosan dalam Tangani Corona)
Wakil Kepala RSPAD Gatot Soebroto Brigjen TNI dr Budi Sulistya menuturkan bila stok reagen PCR robotic di RSPAD mulai menipis. “Keterbatasan kami bahwa ekstrak RNA ini masih 8.496. Namun, ternyata yang robotic tinggal 300 sampel, nah sisanya sebanyak 8.196 itu manual. Untuk manual ini kalau sampel di atas 200 berisiko memang perlu ketelitian pipet. Karena pipet bisa berpengaruh pada hasil, kalau boleh menyarankan untuk pengadaan reagen robotic,” ujarnya.
Lihat Juga :