8 Fakta tentang Mulyono, Nomor 4 Pernah Diterima di UGM

Selasa, 29 April 2025 - 06:27 WIB
loading...
8 Fakta tentang Mulyono,...
Delapan fakta mengenai Jenderal TNI (Purn) Mulyono yang diulas dalam artikel ini menarik untuk diketahui. Foto/Dok UGM
A A A
JAKARTA - Delapan fakta mengenai Jenderal TNI (Purn) Mulyono yang diulas dalam artikel ini menarik untuk diketahui. Nomor empat, dia pernah diterima di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Mulyono memasuki masa pensiun atau purnatugas dari TNI Angkatan Darat (AD) pada 12 Januari 2019. Jabatan terakhir purnawirawan TNI AD ini adalah Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).

Mulyono adalah lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) 1983. Berikut delapan fakta mengenai Jenderal TNI (Purn) Mulyono:

Baca juga: Massa Geruduk Fakultas Kehutanan, UGM Diminta Jujur soal Ijazah Jokowi

8 Fakta tentang Mulyono, Nomor 4 Pernah Diterima di UGM

1. Anak Ketiga dari Tujuh Bersaudara

Mulyono merupakan anak ketiga dari tujuh bersaudara. Dia lahir di Desa Cepokosawit, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah pada 12 Januari 1961.

Ayahnya bernama Suyatno Yatno Wiyoto yang bekerja sehari-hari sebagai pegawai Dinas Pekerjaan Umum bagian pengairan. Sedangkan ibunya, Pardinah merupakan ibu rumah tangga, karena memang juga tidak pernah mengenyam pendidikan formal.

8 Fakta tentang Mulyono, Nomor 4 Pernah Diterima di UGM


Kelahiran Mulyono merupakan dambaan hati dan kebahagiaan tersendiri bagi keluarga. “Pemberian nama Mulyono yang merupakan anak ketiga mengandung maksud agar nantinya anak yang dilahirkan ini mempunyai sifat yang mulia atau membawa kemuliaan,” bunyi kalimat dikutip dari Buku Biografi Mulyono "Sosok Jenderal, Sang Pembeda" yang diterbitkan Dinas Sejarah Angkatan Darat, Bandung, 2018.

Adapun keluarga Suyatno adalah keluarga sederhana. Penugasan Suyatno di Dinas Pekerjaan Umum sebagai penjaga pintu air termasuk sebagai petugas kebersihan dan mengatur air.

Niat Suyatno untuk mengabdi kepada negara tidak pernah surut meski sebagai pegawai golongan rendah, hanya berbekal pendidikan Sekolah Rakyat (sekarang Sekolah Dasar atau SD), itu juga tak lulus. Sehingga hanya memiliki surat keterangan pernah sekolah SR di sekolah tersebut.

Pada saat mendaftar pekerjaan, yang digunakan bukan ijazah, tetapi surat keterangan tersebut. Suyatno juga bertani untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selain bekerja sebagai pegawai negeri.

2. Ketika SD, Mulyono Diasuh Kakek

Mulyono sekolah di SD Negeri Cepokosawit. Lokasi SDN itu di ujung Desa Cepokosawit berdampingan dengan Kantor Kepala Desa. Mulyono diasuh oleh sang kakek di masa SD.

8 Fakta tentang Mulyono, Nomor 4 Pernah Diterima di UGM


Selama diasuh sang kakek, Mulyono tidak ada waktu untuk belajar dan bermain seperti anak-anak yang lain. Karena, selepas pulang sekolah, Mulyono harus membantu pekerjaan sehari-hari kakeknya yang merupakan seorang petani kolot atau tulen.

Kondisi itu dirasakannya hingga saat sekolah di SMP. Usai tamat SD, Mulyono melanjutkan ke SMP Negeri Sawit, satu-satunya sekolah lanjutan pertama yang ada di Kecamatan Sawit.

Bagi Mulyono, meneruskan pendidikan yang lebih tinggi merupakan satu keharusan. Dia menyadari sepenuhnya bahwa untuk mencapai cita-cita yang lebih tinggi, maka pendidikan merupakan prasyarat mutiak yang harus ditempuh.

Setelah lulus SMP, Mulyono melanjutkan pendidikannya di SMA Negeri I Boyolali. Pada saat masuk sekolah SMA kelas 1, Mulyono memutuskan untuk kembali ke rumah orang tuanya.

3. Hobi Menjelajah dengan Sepeda dan Mendaki Gunung

Kendati kondisi orang tuanya serba terbatas, namun hidup di tengah-tengah mereka terasa sangatlah bahagia. Berbagai kegiatan yang ditekuni Mulyono saat SMA adalah olahraga sepak bola, bulu tangkis, dan tenis meja.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penggugat Ijazah Jokowi...
Penggugat Ijazah Jokowi Minta 9 Tergugat Akui Salah dan Minta Maaf
Bonatua Ungkap Alasan...
Bonatua Ungkap Alasan Gugat Penyelenggara Pemilu hingga UGM terkait Legalisir Ijazah Jokowi
Singgung Perbedaan Pandangan,...
Singgung Perbedaan Pandangan, Dudung Ajak Purnawirawan TNI-Polri Jaga Persatuan
5 Pangdam Lulusan Akmil...
5 Pangdam Lulusan Akmil 1997 Teman Satu Angkatan Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha
Polemik Ijazah Jokowi,...
Polemik Ijazah Jokowi, Bonatua Silalahi Gugat KPU, Bawaslu, hingga Rektor UGM
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Perjuangan Andini, Anak...
Perjuangan Andini, Anak Tukang Bengkel yang Diterima di FEB UGM dan Beasiswa Penuh
Kisah Fathan Diterima...
Kisah Fathan Diterima Kuliah Gratis di UGM, Anak Penjual Kantin yang Pantang Menyerah
Cerita Leni, Anak Buruh...
Cerita Leni, Anak Buruh Tani yang Lolos Akuntansi UGM Lewat SNBP dan Kuliah Gratis
Rekomendasi
Ngegas Naik Changan...
Ngegas Naik Changan Deepal S05 Jakarta- Ciletuh, Ternyata Begini Rasanya
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Merayap Naik ke 5.936, Transaksi Awal Cetak Rp629 M
Berita Terkini
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Akui Rumah di Sentul yang Digeledah Polri Miliknya
Prabowo Resmikan 5 Bendungan...
Prabowo Resmikan 5 Bendungan Serentak di Lombok, Aceh, Jateng dan Bali
Bupati Sukoharjo Etik...
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Jalan Sempoyongan di KPK usai Terjaring OTT
44 Pati TNI AD Resmi...
44 Pati TNI AD Resmi Naik Pangkat, Ini Nama dan Jabatannya
Sinergi dengan 138 Kampus...
Sinergi dengan 138 Kampus dalam Pendidikan Advokat, Peradi Profesional Raih Rekor MURI
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Sangkal Mengundurkan Diri
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved