Segudang Asa Pengembangan Energi Nuklir di Indonesia
Selasa, 25 Januari 2022 - 15:23 WIB
loading...
A
A
A
Penting untuk dicatat bahwa energi yang diterima dari PLTN adalah energi bersih. Dalam sebuah studi baru-baru ini, Komisi Ekonomi PBB untuk Eropa (UNECE) telah menilai berapa banyak emisi yang dihasilkan oleh berbagai teknologi dan mendapati bahwa energi nuklir memiliki nilai jejak karbon terendah – satu tablet bahan bakar uranium menghasilkan energi sebanyak 400 kg batu bara. Siklus hidup emisi CO2 energi nuklir mencapai 5,1-6,4 gram CO2 dalam ukuran per kilowatt-jam, sedangkan batas bawah indikator ini adalah 7,8 untuk energi angin lepas pantai. Saat ini, pengoperasian semua pembangkit listrik tenaga nuklir di dunia memungkinkan untuk mencegah emisi CO2 ke atmosfer planet dalam jumlah yang sebanding dengan daya serap semua hutan di bumi.
Perlu menjadi perhatian bahwa PLTN menempati area yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan ladang angin PLTB atau pembangkit listrik tenaga surya. PLTN, sebagai proyek infrastruktur skala besar dapat menarik investasi, merangsang pembangunan di sektor-sektor seperti konstruksi, industri, ilmu pengetahuan, pendidikan dan teknologi tinggi, sehingga berkontribusi pada pertumbuhan PDB negara, menciptakan industri teknologi tinggi dan generasi baru pakar-pakar di bidang teknologi nuklir.
Secara umum, setiap pelaksanaan proyek pembangkit nuklir tentu telah memenuhi persyaratan faktor keselamatan terketat dan dilaksanakan sesuai dengan standar Badan Tenaga Atom Internasional. Perlu dicatat bahwa pemilihan lokasi PLTN, turut memperhitungkan sejumlah faktor, termasuk faktor seismisitas, fenomena geoteknik dan meteorologi, banjir, serta peristiwa-peristiwa yang bersifat antropogenik. Ini merupakan proses yang membutuhkan ketelitian dan padat karya, melibatkan pekerjaan teknik dan survei, serta memakan waktu, dikarenakan faktor keamanan menjadi keutamaan.
PLTN dimungkinkan untuk dibangun dekat daerah permukiman. Di Rusia, ada 20 kota yang berada dekat PLTN dan perusahaan industri nuklir, misalnya St. Petersburg, Voronezh, dan Yekaterinburg. Situasi serupa terdapat di Prancis, di mana PLTN menghasilkan lebih dari 70% sumber energi negara tersebut.
Kami yakin bahwa Indonesia memiliki semua prasyarat yang diperlukan untuk menerapkan energi nuklir ke dalam neraca energi negara. Indonesia merupakan salah satu negara paling maju di Asia Tenggara dalam bidang penggunaan teknologi nuklir. Negara ini telah mendirikan pusat penelitian – tiga reaktor penelitian, pakar-pakar dan infrastruktur nuklir.
Produk utama BUMN Rusia “Rosatom” adalah PLTN berkapasitas tinggi (PLTN BM) berbasis teknologi VVER-1200 generasi III+. PLTN berkapasitas tinggi ini memiliki kinerja tinggi dan memenuhi semua persyaratan keselamatan pasca-Fukushima berkat kombinasi sistem aktif dan pasif yang efektif. Siklus hidup PLTN berkapasitas tinggi adalah 60 tahun dengan kemungkinan untuk dilakukan perpanjangan.
Perlu menjadi perhatian bahwa PLTN menempati area yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan ladang angin PLTB atau pembangkit listrik tenaga surya. PLTN, sebagai proyek infrastruktur skala besar dapat menarik investasi, merangsang pembangunan di sektor-sektor seperti konstruksi, industri, ilmu pengetahuan, pendidikan dan teknologi tinggi, sehingga berkontribusi pada pertumbuhan PDB negara, menciptakan industri teknologi tinggi dan generasi baru pakar-pakar di bidang teknologi nuklir.
Secara umum, setiap pelaksanaan proyek pembangkit nuklir tentu telah memenuhi persyaratan faktor keselamatan terketat dan dilaksanakan sesuai dengan standar Badan Tenaga Atom Internasional. Perlu dicatat bahwa pemilihan lokasi PLTN, turut memperhitungkan sejumlah faktor, termasuk faktor seismisitas, fenomena geoteknik dan meteorologi, banjir, serta peristiwa-peristiwa yang bersifat antropogenik. Ini merupakan proses yang membutuhkan ketelitian dan padat karya, melibatkan pekerjaan teknik dan survei, serta memakan waktu, dikarenakan faktor keamanan menjadi keutamaan.
PLTN dimungkinkan untuk dibangun dekat daerah permukiman. Di Rusia, ada 20 kota yang berada dekat PLTN dan perusahaan industri nuklir, misalnya St. Petersburg, Voronezh, dan Yekaterinburg. Situasi serupa terdapat di Prancis, di mana PLTN menghasilkan lebih dari 70% sumber energi negara tersebut.
Kami yakin bahwa Indonesia memiliki semua prasyarat yang diperlukan untuk menerapkan energi nuklir ke dalam neraca energi negara. Indonesia merupakan salah satu negara paling maju di Asia Tenggara dalam bidang penggunaan teknologi nuklir. Negara ini telah mendirikan pusat penelitian – tiga reaktor penelitian, pakar-pakar dan infrastruktur nuklir.
Produk utama BUMN Rusia “Rosatom” adalah PLTN berkapasitas tinggi (PLTN BM) berbasis teknologi VVER-1200 generasi III+. PLTN berkapasitas tinggi ini memiliki kinerja tinggi dan memenuhi semua persyaratan keselamatan pasca-Fukushima berkat kombinasi sistem aktif dan pasif yang efektif. Siklus hidup PLTN berkapasitas tinggi adalah 60 tahun dengan kemungkinan untuk dilakukan perpanjangan.
Lihat Juga :