Protokol Covid-19 di Pesantren Harus Rinci dan Mudah Dimengerti

Kamis, 11 Juni 2020 - 18:37 WIB
loading...
Protokol Covid-19 di...
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengatakan di masa kenormalan baru ini, pesantren harus menjalankan protokol kesehatan sejak para santri masuk. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Banyak pihak sibuk membahas sekolah umum mau dibuka atau tetap melanjutkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Padahal lembaga pendidikan khas Indonesia, pondok pesantren (Ponpes) , juga memerlukan perhatian khusus di tengah pandemic Covid-19 ini. Apalagi pesantren menerapkan sistem asrama. Pengelola, guru, dan para santri biasanya tinggal di satu lingkungan. Karena itu membutuhkan proteksi ketat karena satu saja terjangkit Covid-19, pesantren berpotensi menjadi klaster baru.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengatakan di masa kenormalan baru ini, pesantren harus menjalankan protokol kesehatan sejak para santri masuk. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika pesantren akan dibuka dan para santri kembali. (Baca juga: Wapres Kaji Pemberian Insentif Bagi Pengajar di Pondok Pesantren)

Pertama, jumlah kasus positif di wilayah turun signifikan selama dua minggu. Artinya, kawasan pesantren masuk zona hijau. Kedua, anak-anak yang menjadi santri harus sudah siap kembali ke pesantren. Orang tua harus membantu dan mengajari cara-cara perlindungan diri kepada anak terlebih dahulu.

“Orang tua harus memahami protokol kesehatan. Pesantren harus siap. Perlindungan anak, mencakup perjalanan menuju pesantren, belajar dan pulang kembali,” ujar istri dari politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga itu, Kamis (11/6/2020). (Baca juga: Wapres: Pemerintah Akan Bantu Pesantren Jalankan Protokoler Kesehatan)

Bintang menuturkan protokol kesehatan Covid-19 di pesantren harus dibuat rinci dan dimengerti warga pesantren. Wali santri yang menjadi pengganti orang tua diminta mengawasi secara ketat kegiatan para santri di kamar, ruang kelas, dan fasilitas umum di lingkungan pesantren. “Harapan saya semoga setiap kegiatan di lingkungan pesantren berjalan dengan baik. Baik kegiatan belajar, kreatif, dan inovasi sesuai anjuran pemerintah dengan memprioritas yang terbaik untuk anak,” kata perempuan kelahiran 1968.

Pesantren selain lembaga pendidikan anak, juga sebagai lembaga pengasuhan alternatif, yakni pengganti orang tua. Maka, perlu diterapkan pola pengasuhan yang ramah anak. Bintang mengajak semua elemen masyarakat bergandengan tangan dan menatapkan tujuan yang sama untuk melahirkan generasi yang berkualitas. “Anak-anak tidak sekedar pandai. Tapi melahirkan anak yang kreatif, mandiri, sehat mental, dan spiritual. Melindungi 80 anak-anak Indonesia adalah tanggung jawab bersama,” katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kementerian PPPA Percepat...
Kementerian PPPA Percepat Pertumbuhan Kabupaten dan Kota Layak Anak
Menteri PPPA Ungkap...
Menteri PPPA Ungkap Anak Kategori Anak Terlantar karena Hak-haknya Tidak Terpenuhi
Layanan SAPA 129 Bukti...
Layanan SAPA 129 Bukti Komitmen Pemerintah Lindungi Perempuan dan Anak
Wamen Isyana Tekankan...
Wamen Isyana Tekankan Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Pola Asuh Anak
Menteri PPPA Sebut Womens...
Menteri PPPA Sebut Women's Inspiration Awards 2025 Perayaan atas Kekuatan, Kecerdasan, dan Ketangguhan Perempuan Indonesia
Kenang KH Bisri Syansuri...
Kenang KH Bisri Syansuri di Haul ke-46, Gus Muhaimin: Sosok yang Miliki Ketegasan
Buku “Misi untuk Raka”...
Buku Misi untuk Raka Diluncurkan, Edukasi Anak Usia Dini agar Seru Tanpa Gawai
PNM-Kementerian PPPA...
PNM-Kementerian PPPA Berdayakan Perempuan melalui Pendampingan Usaha di NTT
Update Kasus Grup Chat...
Update Kasus Grup Chat FHUI: UI dan Kementerian PPPA Sepakat Perkuat Investigasi
Rekomendasi
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved