Kemampuan Industri Pertahanan Nasional Dukung Kemandirian Alutsista TNI
Rabu, 10 Juni 2020 - 22:10 WIB
loading...
Komandan Seskoau Marsma TNI Samsul Rizal, memberikan paparannya dalam Kuliah Kerja Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (KK IPTEK) Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) Angkatan ke-57 di Bandung. Foto/Puspen TNI
A
A
A
JAKARTA - Industri Pertahanan (Inhan) dalam negeri diharapkan terus mengembangkan kemampuannya guna mendukung kemandirian alat utama sistem persenjataan (Alutsista) TNI. Hal itu dibahas dalam Kuliah Kerja Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (KK IPTEK) Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) Angkatan ke-57 yang digelar selama dua hari mulai 10-11 Juni 2020.
Kuliah yang mengambil tema “Peningkatan Kemampuan Industri Pertahanan Nasional Menuju TNI AU dan Indonesia Maju Melalui Penguasaan Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Bidang Militer” berlangsung di Bangsal Srutasala, Seskoau, Lembang, Bandung. (Baca juga: Jokowi Sebut Banyak Negara Luar Berminat Beli Alutsista Produk Dalam Negeri)
Dalam kuliah secara daring tersebut dibahas tentang peningkatan kemampuan industri pertahanan nasional guna memenuhi dan mendukung kebutuhan serta menunjang kemandirian Alutsista TNI. Semakin pesat kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi berpengaruh langsung terhadap peningkatan kemampuan Industri Pertahanan yang dibutuhkan untuk kepentingan pertahanan dan keamanan.
Hal tersebut sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait kebijakan pembangunan teknologi dan industri pertahanan yang diarahkan untuk mendukung kebutuhan postur pertahanan Nirmiliter sesuai dengan era teknologi 4.0. (Baca juga: Kemhan Pamerkan Produk Alutsista Produksi Dalam Negeri)
Komandan Seskoau Marsma TNI Samsul Rizal, mengatakan, meskipun dalam kondisi serba terbatas karena pandemi Covid-19 dan menyesuaikan tatanan pola kehidupan yang baru (new normal), tidak menyurutkan semangat civitas akademika Seskoau khususnya Pasis Seskoau Angkatan Ke-57. “Teruslah berkarya untuk menghasilkan ide dan gagasan yang bernilai strategis dan kritis sebagai sumbangsih pemikiran perwira siswa menjadi bahan masukan penentu kebijakan pimpinan di bidang pertahanan nantinya,” katanya.
Kuliah yang mengambil tema “Peningkatan Kemampuan Industri Pertahanan Nasional Menuju TNI AU dan Indonesia Maju Melalui Penguasaan Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Bidang Militer” berlangsung di Bangsal Srutasala, Seskoau, Lembang, Bandung. (Baca juga: Jokowi Sebut Banyak Negara Luar Berminat Beli Alutsista Produk Dalam Negeri)
Dalam kuliah secara daring tersebut dibahas tentang peningkatan kemampuan industri pertahanan nasional guna memenuhi dan mendukung kebutuhan serta menunjang kemandirian Alutsista TNI. Semakin pesat kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi berpengaruh langsung terhadap peningkatan kemampuan Industri Pertahanan yang dibutuhkan untuk kepentingan pertahanan dan keamanan.
Hal tersebut sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait kebijakan pembangunan teknologi dan industri pertahanan yang diarahkan untuk mendukung kebutuhan postur pertahanan Nirmiliter sesuai dengan era teknologi 4.0. (Baca juga: Kemhan Pamerkan Produk Alutsista Produksi Dalam Negeri)
Komandan Seskoau Marsma TNI Samsul Rizal, mengatakan, meskipun dalam kondisi serba terbatas karena pandemi Covid-19 dan menyesuaikan tatanan pola kehidupan yang baru (new normal), tidak menyurutkan semangat civitas akademika Seskoau khususnya Pasis Seskoau Angkatan Ke-57. “Teruslah berkarya untuk menghasilkan ide dan gagasan yang bernilai strategis dan kritis sebagai sumbangsih pemikiran perwira siswa menjadi bahan masukan penentu kebijakan pimpinan di bidang pertahanan nantinya,” katanya.
Lihat Juga :