Dubes Sukmo Harsono Beberkan Capaian KBRI Panama
Rabu, 12 Januari 2022 - 16:26 WIB
loading...
Duta Besar (Dubes) Sukmo Harsono sudah setahun bertugas sejak kedatangannya di Panama City pada 1 November 2021. Foto/Instagram
A
A
A
JAKARTA - Duta Besar (Dubes) Sukmo Harsono sudah setahun bertugas sejak kedatangannya di Panama City pada 1 November 2021. Dia dilantik menjadi Dubes Republik Indonesia untuk Panama City merangkap Honduras, Kosta Rica, dan Nikaragua pada 14 September 2020 oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Dalam situasi awal tahun 2021 Panama sempat melakukan lockdown dan WFH (Work From Home, red) ketat, namun berbagai strategi dan inovasi terus dilakukan, sehingga dari segi perdagangan terjadi peningkatan nilai ekspor di empat negara akreditasi, secara berurutan tertinggi adalah, Honduras, Nikaragua, Kosta Rica, dan Panama,” kata Sukmo kepada SINDOnews, Rabu (12/1/2022).
Dia mengungkapkan adanya enam kali revisi anggaran oleh pemerintah pusat di Jakarta dikarenakan fokus pada penanganan Covid 19 tidak menyurutkan langkah-langkahnya dan para diplomat dalam bekerja secara optimal. “Catatan penting selain kenaikan di bidang ekspor adalah dalam hal perlindungan WNI, di antaranya mendesak kenaikan standar minimum gaji ABK WNI di kapal-kapal milik Gilontas milik Taiwan di Panama dari 300 USD per bulan menjadi 450 USD per bulan,” imbuhnya.
Baca juga: Dubes Sukmo Kenalkan Pancasila di Acara Resepsi Diplomatik
Sedangkan keberhasilan dari bidang politik, kata dia, di antaranya kesepakatan bilateral yang ditandatangani oleh negara akreditasi dengan Pemerintah Republik Indonesia dan perolehan dukungan Indonesia di berbagai forum internasional. “Salah satunya adalah dukungan Honduras dan Nikaragua atas pencalonan Menteri Luar Negeri RI H.E. Retno Marsudi sebagai Co-Chair COVA advanced Market Commitenment (AMC) Engagement Group,” ungkapnya.
“Dalam situasi awal tahun 2021 Panama sempat melakukan lockdown dan WFH (Work From Home, red) ketat, namun berbagai strategi dan inovasi terus dilakukan, sehingga dari segi perdagangan terjadi peningkatan nilai ekspor di empat negara akreditasi, secara berurutan tertinggi adalah, Honduras, Nikaragua, Kosta Rica, dan Panama,” kata Sukmo kepada SINDOnews, Rabu (12/1/2022).
Dia mengungkapkan adanya enam kali revisi anggaran oleh pemerintah pusat di Jakarta dikarenakan fokus pada penanganan Covid 19 tidak menyurutkan langkah-langkahnya dan para diplomat dalam bekerja secara optimal. “Catatan penting selain kenaikan di bidang ekspor adalah dalam hal perlindungan WNI, di antaranya mendesak kenaikan standar minimum gaji ABK WNI di kapal-kapal milik Gilontas milik Taiwan di Panama dari 300 USD per bulan menjadi 450 USD per bulan,” imbuhnya.
Baca juga: Dubes Sukmo Kenalkan Pancasila di Acara Resepsi Diplomatik
Sedangkan keberhasilan dari bidang politik, kata dia, di antaranya kesepakatan bilateral yang ditandatangani oleh negara akreditasi dengan Pemerintah Republik Indonesia dan perolehan dukungan Indonesia di berbagai forum internasional. “Salah satunya adalah dukungan Honduras dan Nikaragua atas pencalonan Menteri Luar Negeri RI H.E. Retno Marsudi sebagai Co-Chair COVA advanced Market Commitenment (AMC) Engagement Group,” ungkapnya.
Lihat Juga :