Mengapa Indonesia Dijajah Sangat Lama oleh Belanda?
Rabu, 12 Januari 2022 - 15:36 WIB
loading...
A
A
A
Dalam buku 'Indonesia: Dari Kolonialisme Sampai Nasionalisme' karya Aman, ide pembentukan VOC ini datang dari Johan van Oldebarnevelt, seorang anggota Parlemen Belanda. Ia berpandangan, perusahaan-perusahaan dagang Belanda harus dimerger atau digabung di bawah 1 bendera, yakni VOC. Dalam Oktorooi atau Piagam yang disahkan saat VOC berdiri, ada 2 jenis hak yang dimiliki organisasi ini, yaitu hak monopoli dan hak kedaulatan.
Pemimpin VOC pertama, Pieter Both, memutuskan Ambon sebagai markas awal VOC kala itu. Kantor pusat VOC kemudian dipindahkah ke Jayakarta (kini Jakarta) karena Pulau Jawa jauh dianggap lebih strategis sebagai lalu lintas perdagangan.
Baca juga: Perang Diponegoro: 200.000 Jiwa Penduduk Jawa Tewas Lawan Penjajah
Perluasan ekonomi yang diimplementasikan VOC termasuk kejam. Sebab, ada beberapa strategi yang merugikan bangsa pribumi. Contohnya adalah politik adu domba jika ada sengketa di kerajaan. Hal inilah yang kemudian menjadi alasan mengapa Belanda sangat lama menjajah Indonesia.
Strategi politik adu domba menimbulkan berbagai isu konspirasi di ranah kerajaan. Salah satunya saat pihak VOC mendorong Ranamenggala, penguasa Banten, untuk menyingkirkan Pangeran Jayakarta. Cara ini juga digunakan di wilayah lainnya, sehingga pemerintah Belanda melalui VOC bisa menguasai wilayah-wilayah di Nusantara.
Melansir laman Arsip Nasional Republik Indonesia, VOC mendapatkan modal yang sangat melimpah untuk berkembang. VOC juga mampu unggul dibanding para pesaingnya, seperti EIC asal Inggris. Banyaknya modal yang diberikan juga membuat VOC duduk sebagai pemegang monopoli dunia dalam bidang perdagangan rempah.
Pemimpin VOC pertama, Pieter Both, memutuskan Ambon sebagai markas awal VOC kala itu. Kantor pusat VOC kemudian dipindahkah ke Jayakarta (kini Jakarta) karena Pulau Jawa jauh dianggap lebih strategis sebagai lalu lintas perdagangan.
Baca juga: Perang Diponegoro: 200.000 Jiwa Penduduk Jawa Tewas Lawan Penjajah
Perluasan ekonomi yang diimplementasikan VOC termasuk kejam. Sebab, ada beberapa strategi yang merugikan bangsa pribumi. Contohnya adalah politik adu domba jika ada sengketa di kerajaan. Hal inilah yang kemudian menjadi alasan mengapa Belanda sangat lama menjajah Indonesia.
Strategi politik adu domba menimbulkan berbagai isu konspirasi di ranah kerajaan. Salah satunya saat pihak VOC mendorong Ranamenggala, penguasa Banten, untuk menyingkirkan Pangeran Jayakarta. Cara ini juga digunakan di wilayah lainnya, sehingga pemerintah Belanda melalui VOC bisa menguasai wilayah-wilayah di Nusantara.
Melansir laman Arsip Nasional Republik Indonesia, VOC mendapatkan modal yang sangat melimpah untuk berkembang. VOC juga mampu unggul dibanding para pesaingnya, seperti EIC asal Inggris. Banyaknya modal yang diberikan juga membuat VOC duduk sebagai pemegang monopoli dunia dalam bidang perdagangan rempah.
Lihat Juga :