Sebut Pengusaha Ingin Pemilu 2024 Diundur, Demokrat: Pandangan Bahlil Rancu
Selasa, 11 Januari 2022 - 08:32 WIB
loading...
Anggota Komisi II DPR Fraksi Demokrat, Anwar Hafid turut memberikan komentar keras atas pernyataan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Foto/Setkab
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi II DPR Fraksi Demokrat , Anwar Hafid turut memberikan komentar keras atas pernyataan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia yang mengklaim bahwa pelaku usaha berharap pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang bisa diundur.
"Menurut saya pandangan Menteri Investasi agak rancu," ujar Anwar saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (10/1/2022). Baca juga: Bahlil Klaim Pengusaha Minta Pemilu 2024 Diundur, Pengamat: Ada Kepentingan Apa?
Dia berpandangan bahwa Pemilu secara esensial merupakan sirkulasi elite yang dilakukan secara reguler. Sehingga, pelaksanaannya pun mesti berdiri di atas azas kepastian.
"Alangkah anehnya jika proses reguler tersebut diubah hanya karena dasar pendapat orang per orang," katanya.
Anwar tak bisa memastikan bahwa keinginan itu murni datang dari pelaku usaha atau justru dari Bahlil sendiri sebagai orang yang berada di lingkaran kekuasaan. Akan tetapi, yang bisa dipastikan adalah bernegara harus taat dengan konstitusi.
"Menurut saya pandangan Menteri Investasi agak rancu," ujar Anwar saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (10/1/2022). Baca juga: Bahlil Klaim Pengusaha Minta Pemilu 2024 Diundur, Pengamat: Ada Kepentingan Apa?
Dia berpandangan bahwa Pemilu secara esensial merupakan sirkulasi elite yang dilakukan secara reguler. Sehingga, pelaksanaannya pun mesti berdiri di atas azas kepastian.
"Alangkah anehnya jika proses reguler tersebut diubah hanya karena dasar pendapat orang per orang," katanya.
Anwar tak bisa memastikan bahwa keinginan itu murni datang dari pelaku usaha atau justru dari Bahlil sendiri sebagai orang yang berada di lingkaran kekuasaan. Akan tetapi, yang bisa dipastikan adalah bernegara harus taat dengan konstitusi.
Lihat Juga :