Musim Bersolek Capres Telah Tiba

Kamis, 06 Januari 2022 - 06:25 WIB
loading...
A A A
Artinya, lanjut dia, akan ada dorongan dua arah untuk para bakal calon untuk makin masif melakukan sosialisasi. "Dari sudut pandang para calon konstestan, ada kebutuhan partai untuk meyakinkan partai bahwa merekalah yang punya elektabilitas paling potensial. Dari sudah partai-partai, mereka berkepentingan untuk mendorong nama-nama yang mereka proyeksikan dan kemungkinan peluangnya," imbuhnya.

Alasan ketiga, dia mengatakan sampai hari ini data elektabilitas sementara menunjukkan bahwa belum ada bakal calon yang dominan, misalnya memiliki dukungan solid (top of mind atau semi terbuka) minimal 35 persenan. "Maka peluang masih terbuka bagi semua yang berminat untuk nyapres maupun nyawapres. Ini artinya sosialisasi bukan hanya akan makin masif, tapi juga makin ramai," jelasnya.

Baca juga: Anggota Komisi XI DPR Bagikan 2.250 Sembako Bergambar Puan untuk Warga Jakarta

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa cara paling efektif untuk meyakinkan pemilih adalah mengombinasikan berbagai pola, jalur sosialisasi, dan kampanye yang ada. "Itu berarti, semua calon kontestan pasti akan ramai menggunakan media televisi terutama nasional, media luar ruang seperti billboard, spanduk, dan lain-lain, memanfaatkan media sosial seefektif dan secanggih mungkin, melakukan kunjungan langsung ke para pemilih, baik di rumah mereka, maupun di tempat-tempat beraktifitas lainnya," pungkasnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin. "Suka tak suka, senang tak senang kampanye dua tahun jelang Pilpres 2024 harus dilakukan oleh para capres dan cawapres," kata Ujang Komarudin kepada SINDOnews secara terpisah.

Karena, kata Ujang, hanya dengan kampanye atau tebar pesona diri ke masyarakat, para bakal calon semakin akan lebih dikenal. "Tak lain dan tak bukan, semua dilakukan demi naiknya popularitas dan elektabilitas mereka semua," tutur Ujang.

Baca: Golkar Belum Tergoda Calon Lain, Tegas Usung Airlangga Hartarto sebagai Capres 2024

Ujang menuturkan, mereka yang punya keinginan nyapres, maka pada waktu kurang lebih dua tahun tersisa harus terus bergerak membangun pencitraan di tengah-tengah rakyat Indonesia. "Justru salah jika diam, salah jika tak bergerak, karena akan ketinggalan oleh capres dan cawapres lain," imbuhnya.

Menurut dia, kampanye dua tahun menjelang Pilpres 2024 masih efektif karena punya cukup waktu untuk bisa mengambil hati rakyat. "Paling tidak ada dua hal yang dilakukan oleh para capres dan cawapres, begitu juga pendukungnya," jelasnya.

Pertama, kata Ujang, membangun pencitraan diri, bisa via udara dan darat. Dia mengatakan, via udara dilakukan melalu media, baik media mainstream, media sosial, dan lain-lain.

Sedangkan serangan melalui darat, ujar dia, akan dilakukan dengan cara bagi-bagi sembako, pasang baliho, dan lain-lain. "Kedua, membusuk-busuki lawan. Ini akan terjadi, karena masing-masing kandidat akan mencari titik lemah lawan politiknya untuk dibusuk-busuki, disinilah jagat politik di tahun politik akan semakin hangat," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPU Tepis Tudingan Roy...
KPU Tepis Tudingan Roy Suryo Selundupkan Aturan Soal Ijazah untuk Loloskan Gibran
Minta Relawan Tak Terpancing...
Minta Relawan Tak Terpancing Isu Negatif, Gibran: Saya Sendiri Saja Tidak Pernah Menanggapi
Jelang Setahun Pemerintahan...
Jelang Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Wapres Temui Relawan Pendukung
Berkaca dari Pilpres...
Berkaca dari Pilpres pada Momen Pemilihan Ketum PSI, Kaesang: Yang Menang Nomor 2
Ganjar-Mahfud Kalah...
Ganjar-Mahfud Kalah Pilpres 2024, Megawati: Ini Rekayasa dari Mana Pelajarannya?
Setara Institute Nilai...
Setara Institute Nilai Kualitas Demokrasi Pilpres dan Pilkada 2024 Rendah
Trump akan Dihukum terkait...
Trump akan Dihukum terkait Pemilihan Umum 2020 Jika Tidak Menang Pilpres 2024
Timses Pramono-Rano...
Timses Pramono-Rano Apresiasi Profesionalitas TNI-Polri di Pilkada Jakarta
Partisipasi Pemilih...
Partisipasi Pemilih Pilkada Jakarta di Bawah Pilpres 2024
Rekomendasi
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
MNC University Umumkan...
MNC University Umumkan Penerima MNCU Future Leader Scholarship Batch 2
Berita Terkini
KPK Lelang 106 Lot Barang...
KPK Lelang 106 Lot Barang Rampasan Korupsi dari 26 Perkara, Ada Handphone hingga Bidang Tanah
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
Infografis
5 Manfaat Tomat, Menjaga...
5 Manfaat Tomat, Menjaga Daya Tahan Tubuh di Musim Tak Menentu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved