Profil Sri Sultan HB X, Peristiwa 1998, dan Deklarasi Ciganjur
Kamis, 06 Januari 2022 - 01:01 WIB
loading...
Profil Sri Sultan HB X, lahir dengan nama lengkap Bendara Raden Mas Herjuno Darpito. Tokoh kelahiran 2 April 1946 ini merupakan raja Kasultanan Yogyakarta. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Profil Sri Sultan HB X , lahir dengan nama lengkap Bendara Raden Mas Herjuno Darpito. Tokoh kelahiran 2 April 1946 ini merupakan raja Kasultanan Yogyakarta yang bertakhta sejak tahun 1989.
Baca juga: Deklarasi Ciganjur & skenario penyelamatan Golkar
Saat ini, ia juga menjabat sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak 3 Oktober 1998. Tanggal 7 Maret 1989, merupakan momen di mana Sri Sultan HB X atau Hamengkubuwono X dinobatkan sebagai raja Yogyakarta.
Baca juga: Sakralnya Labuhan Alit Keraton Yogyakarta Memperingati Bertahtanya Sri Sultan HB X
Lulusan Fakultas Hukum Jurusan Ketatanegaraan di Universitas Gajah Mada pada 1983 ini mempunyai kalimat yang cukup dikenal, "bahwa menjadi Jogja, adalah menjadi Indonesia."
Kalimat tersebut dimaknai bahwa karakter Jogja akan selalu menguatkan Indonesia. Mahasiswa, seniman, akademisi, wisatawan, dan terutama masyarakat Jogja diharapkan terus membawa nilai-nilai ke-Jogja-an ke berbagai titik di Indonesia.
Sementara pada 27 Desember 2011, ia menerima gelar doktor kehormatan (doctor honoris causa) dari Institut Seni Indonesia (ISI), Yogyakarta.
Gelar doktor ini karena kiprahnya dalam seni dan budaya, terutama seni pertunjukan tradisi dan kontemporer sejak 1989.
Dalam perpolitikan nasional, Sri Sultan Hamengkubuwono X kadang terlibat aktif. Namun dia kerap mengambil jalan netral. Seperti saat Sri Sultan yang pernah aktif dalam kepengurusan Partai Golkar.
Baca juga: Deklarasi Ciganjur & skenario penyelamatan Golkar
Saat ini, ia juga menjabat sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak 3 Oktober 1998. Tanggal 7 Maret 1989, merupakan momen di mana Sri Sultan HB X atau Hamengkubuwono X dinobatkan sebagai raja Yogyakarta.
Baca juga: Sakralnya Labuhan Alit Keraton Yogyakarta Memperingati Bertahtanya Sri Sultan HB X
Lulusan Fakultas Hukum Jurusan Ketatanegaraan di Universitas Gajah Mada pada 1983 ini mempunyai kalimat yang cukup dikenal, "bahwa menjadi Jogja, adalah menjadi Indonesia."
Kalimat tersebut dimaknai bahwa karakter Jogja akan selalu menguatkan Indonesia. Mahasiswa, seniman, akademisi, wisatawan, dan terutama masyarakat Jogja diharapkan terus membawa nilai-nilai ke-Jogja-an ke berbagai titik di Indonesia.
Sementara pada 27 Desember 2011, ia menerima gelar doktor kehormatan (doctor honoris causa) dari Institut Seni Indonesia (ISI), Yogyakarta.
Gelar doktor ini karena kiprahnya dalam seni dan budaya, terutama seni pertunjukan tradisi dan kontemporer sejak 1989.
Dalam perpolitikan nasional, Sri Sultan Hamengkubuwono X kadang terlibat aktif. Namun dia kerap mengambil jalan netral. Seperti saat Sri Sultan yang pernah aktif dalam kepengurusan Partai Golkar.
Lihat Juga :