Pandemi dan Kesetiakawanan Sosial

Rabu, 29 Desember 2021 - 15:11 WIB
loading...
A A A
Bahkan dalam catatan Satgas Covid-19, kesembuhan pasien Covid-19 sudah berada di angka 96,38% di tengah aktivitas masyarakat yang mulai kembali berjalan seperti sediakala, bahkan meliputi pelaksanaan kegiatan berskala nasional dan persiapan kegiatan berskala internasional. Maka tak heran penanganan Covid-19 di Indonesia diakui dunia, salah satu indikatornya yaitu ketika Centers for Disease Control (CDC), pusat pengendalian dan pencegahan penyakit yang berbasis di Amerika Serikat menempatkan Indonesia sebagai negara dengan level 1 di tengah pengendalian Covid-19 yang terus membaik (Sindonews, 2021).

Revitalisasi Kesetiakawanan Sosial
Walau begitu, kita tetap harus waspada dan tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat, terlebih menjelang tahun baru ketika mobilitas sosial dan intensitas pertemuan fisik mulai tinggi, ditambah lagi dengan munculnya varian Omicron yang sudah mulai terdeteksi di Tanah Air.

Agar pemulihan pandemi tetap terjaga dengan baik menjelang akhir tahun ini, maka kita perlu merevitalisasi nilai-nilai luhur dan gerakan sosial yang telah dirintis oleh para pendahulu bangsa yaitu kesetiakawanan sosial. Gerakan ini dipelopori sejak 1949, ketika Kementerian Sosial RI sadar akan perlunya pemulihan kehidupan sosial pascaagresi militer Belanda II (1948) (Prinada, 2021).

Hari Sosial I diperingati pada 20 Desember 1958. Itu dicetuskan oleh Menteri Sosial Moeljadi Djojomartono. Lalu, pada peringatan yang XIX pada 20 Desember 1976 nama Hari Sosial diubah menjadi Hari Kebaktian Sosial. Kemudian pada peringatan XXVI pada 20 Desember 1983, diubah lagi menjadi Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional atau HKSN (Puspensos, 2021).

Alhamdulillah, di masa pandemi Covid-19 sekarang ini nilai-nilai kesetiakawanan sosial masih terjaga dengan baik. Hal ini antara lain ditandai dengan adanya penghargaan dari badan amal Charities Aid Foundation (CAF) yang menobatkan Indonesia sebagai negara paling dermawan di dunia berdasarkan World Giving Index yang dikeluarkan pada Senin, 14 Juni 2021. Indonesia berada di peringkat pertama dalam daftar negara dermawan dengan skor indeks keseluruhan 69%, naik dari 59% pada indeks tahunan terakhir yang dikeluarkan pada 2018, yang juga menobatkan Indonesia negara paling dermawan dengan budaya gotong-royong.

Merujuk pada situs Pusat Penyuluhan Sosial (Puspensos,2021), makna HKSN sangat penting untuk diwujudkan agar bisa melekat pada kehidupan bermasyarakat terutama di saat bangsa ini sedang bergotong-royong dalam pemulihan pandemi. Wujud dari makna Hari Kesetiakawanan Sosial adalah sebagai berikut. Pertama, mewujudkan masyarakat yang saling peduli, berbagi dan toleransi antar sesama. Kedua, menyadarkan masyarakat akan pentingnya peduli antarsesama khususnya bagi mereka yang mengalami kesulitan atau pada penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sekjen GMNI Serukan...
Sekjen GMNI Serukan Gotong Royong dan Persatuan Nasional
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Milad ke-24, BSMI Komitmen...
Milad ke-24, BSMI Komitmen Kokohkan Pelayanan Kemanusiaan Bagi Indonesia dan Dunia
Kurban, Filantropi,...
Kurban, Filantropi, dan Cara Baru Merawat Sesama
Rapat Anggota, PFI Perkuat...
Rapat Anggota, PFI Perkuat Peran Filantropi sebagai Penggerak Solusi Nasional
Presiden Prabowo dan...
Presiden Prabowo dan Raja Charles III Bahas Konservasi Gajah
Inspirasi Wanita Indonesia,...
Inspirasi Wanita Indonesia, Filantropis Sandiana Soemarko Kedepankan Kepedulian Sosial
Polemik Film Pesta Babi,...
Polemik Film Pesta Babi, Aktivis Jakarta: Pancasila Mengajarkan Kritik Beradab
Halalbihalal Pasbata,...
Halalbihalal Pasbata, Gubernur Jateng Tekankan Pentingnya Kolaborasi dan Kejujuran
Rekomendasi
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Yamaha Grand Filano...
Yamaha Grand Filano Hybrid Tawarkan Gaya Kalcer, Konsumsi BBM Diklaim Capai 60 Km per Liter
Produktivitas Kebun...
Produktivitas Kebun Sawit Sitaan Negara Menurun, Muncul Desakan Audit Total
Berita Terkini
Komisi IX DPR Cecar...
Komisi IX DPR Cecar BGN usai Pamer Dapat WTP dari BPK: Jangan-jangan Dibikin-bikin
ICW Soroti Mutasi ASN...
ICW Soroti Mutasi ASN Kementerian PU, Diduga Hanya Jadi Alat Balas Dendam
Febrie Adriansyah Dicecar...
Febrie Adriansyah Dicecar 18 Pertanyaan, Hotman: Sebatas Kasus PT Asabri
Prabowo: Anggaran Pertahanan...
Prabowo: Anggaran Pertahanan dan Polri jika Perlu Dikurangi untuk Hapus Kemiskinan
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Usai Diperiksa Kejagung...
Usai Diperiksa Kejagung sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved