Kekuatan Anies akan Naik ketika Diserang
Selasa, 28 Desember 2021 - 12:36 WIB
loading...
Bambang Istianto, Direktur Eksekutif Center for Public Policy Studies (CPPS). Foto/Istimewa
A
A
A
Bambang Istianto,
Direktur Eksekutif Center for Public Policy Studies (CPPS)
Beberapa pekan ini konstelasi politik nasional diramaikan dengan pernyataan tendesius Giring Ganesha atau Giring eks Nidji, Plt Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menyebut bahwa jangan pilih pemimpin pembohong. Hal tersebut dikatakan Giring saat memperingati Hari Ulang Tahun ke-7 PSI yang dihadiri Presiden Joko Widodo .
Meski Giring sendiri tidak gamblang menjelaskan siapa yang dimaksud pembohong itu, namun asumsi publik sudah dapat menangkap bahwa orang yang dimaksud oleh politisi muda yang baru masuk panggung politik itu adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan .
Terkait dengan pidato politik Giring saat memperingati Hari Ulang Tahun ke-PSI itu, saya menilai pernyataan itu sebenarnya biasa saja. Namun, karena diucapkan di depan Jokowi sehingga menjadi perhatian publik.
Saya berpandangan bahwa dengan sindiran Giring terhadap Anies, tidak akan mempengaruhi elektabilitas orang nomor satu di DKI Jakarta itu turun. Justru Giring sendiri tengah mempertontonkan kelemahan pribadinya sebagai politisi muda yang tidak memahami dialektika politik.
Baca juga: Giring Dikecam, Agung: Lebih Mirip Orator Unras Ketimbang Ketum Parpol
Sebagai sosok pemimpin yang rendah hati dan low profile seperti gaya Jokowi ketika awal datang ke Ibu Kota, elektabilitas Anies malah akan terdongkrak. Sebab, karakter santun dan humble sangat disukai oleh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, jika tren kepemimpinan Anies semakin populer maka peluang maju pada Pilpres 2024 kian terbuka.
Direktur Eksekutif Center for Public Policy Studies (CPPS)
Beberapa pekan ini konstelasi politik nasional diramaikan dengan pernyataan tendesius Giring Ganesha atau Giring eks Nidji, Plt Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menyebut bahwa jangan pilih pemimpin pembohong. Hal tersebut dikatakan Giring saat memperingati Hari Ulang Tahun ke-7 PSI yang dihadiri Presiden Joko Widodo .
Meski Giring sendiri tidak gamblang menjelaskan siapa yang dimaksud pembohong itu, namun asumsi publik sudah dapat menangkap bahwa orang yang dimaksud oleh politisi muda yang baru masuk panggung politik itu adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan .
Terkait dengan pidato politik Giring saat memperingati Hari Ulang Tahun ke-PSI itu, saya menilai pernyataan itu sebenarnya biasa saja. Namun, karena diucapkan di depan Jokowi sehingga menjadi perhatian publik.
Saya berpandangan bahwa dengan sindiran Giring terhadap Anies, tidak akan mempengaruhi elektabilitas orang nomor satu di DKI Jakarta itu turun. Justru Giring sendiri tengah mempertontonkan kelemahan pribadinya sebagai politisi muda yang tidak memahami dialektika politik.
Baca juga: Giring Dikecam, Agung: Lebih Mirip Orator Unras Ketimbang Ketum Parpol
Sebagai sosok pemimpin yang rendah hati dan low profile seperti gaya Jokowi ketika awal datang ke Ibu Kota, elektabilitas Anies malah akan terdongkrak. Sebab, karakter santun dan humble sangat disukai oleh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, jika tren kepemimpinan Anies semakin populer maka peluang maju pada Pilpres 2024 kian terbuka.
Lihat Juga :