Kaleidoskop 2021: 4 Tokoh yang Tersangkut Kasus Dugaan Terorisme
Selasa, 28 Desember 2021 - 06:03 WIB
loading...
A
A
A
Munarman didakwa ikut dalam proses pembaiatan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) pimpinan Abu Bakar Al-Baghdadi di sejumlah tempat. Dia diduga mengajak dan mendukung orang lain untuk mendukung berdirinya ISIS di Indonesia.
2. Ahmad Zain An-Nazah
Dia ditangkap Densus 88 di Jalan Merbabu Raya, Pondok Melati, Kota Bekasi pada Selasa (16/11/2021) sekitar pukul 04.39 WIB. Dia langsung ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan terorisme setelah ditangkap.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun langsung menonaktifkan Ahmad Zain An-Nazah dari anggota komisi fatwa. Ahmad Zain murni diduga terlibat dalam jaringan terorisme organisasi Jemaah Islamiyah (JI).
Segala aktivitasnya selama ini diawasi dan dipelajari oleh Densus 88. Termasuk dugaan keterlibatannya dalam Yayasan Abdurrahman Bin Auf yang diduga menjadi bagian perisai organisasi-organisasi bentukan JI.
Baca: 6 Bencana Paling Banyak Memakan Korban Jiwa: Erupsi Gunung Semeru hingga Dampak Siklon Seroja
Penangkapannya didasari oleh pengakuan 28 tersangka teroris JI yang sudah ditangkap. Kini, Ahmad Zain An-Nazah telah ditahan.
Berdasarkan informasi dari situs ahmadzain.com, dia lahir di Klaten 16 Januari 1971. Dia lulusan S1 Fakultas Syare’ah, Universitas Islam, Madinah Al Munawarah tahun 1996, S2 Jurusan Syare'ah, Fakultas Studi Islam, Universitas Al Azhar, Kairo, tahun 2001, dan S3 Jurusan Syare'ah, Fakultas Studi Islam, Universitas Al Azhar, Kairo, tahun 2007.
Selain sebagai anggota Komisi Fatwa MUI pusat, informasi dari situs itu juga menyebut Ahmad Zain An-Nazah sebagai Direktur Pesantren Tinggi Al Islam, Jati Melati, Pondok Melati Bekasi dan Ketua Majelis Fatwa dan Kajian, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Pusat.
Kemudian, Ketua Majelis Fatwa di Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Jakarta, anggota Majelis Fatwa Badan Kerja Sama Pesantren Indonesia (BKsPPI), Direktur Pusat Kajian Fiqh dan Ilmu-ilmu keislaman (PUSKAFI) Jakarta Timur, peneliti di Insist Jakarta Selatan, dan Ketua Jurusan Pesantren Tinggi An Nur Surakarta.
2. Ahmad Zain An-Nazah
Dia ditangkap Densus 88 di Jalan Merbabu Raya, Pondok Melati, Kota Bekasi pada Selasa (16/11/2021) sekitar pukul 04.39 WIB. Dia langsung ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan terorisme setelah ditangkap.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun langsung menonaktifkan Ahmad Zain An-Nazah dari anggota komisi fatwa. Ahmad Zain murni diduga terlibat dalam jaringan terorisme organisasi Jemaah Islamiyah (JI).
Segala aktivitasnya selama ini diawasi dan dipelajari oleh Densus 88. Termasuk dugaan keterlibatannya dalam Yayasan Abdurrahman Bin Auf yang diduga menjadi bagian perisai organisasi-organisasi bentukan JI.
Baca: 6 Bencana Paling Banyak Memakan Korban Jiwa: Erupsi Gunung Semeru hingga Dampak Siklon Seroja
Penangkapannya didasari oleh pengakuan 28 tersangka teroris JI yang sudah ditangkap. Kini, Ahmad Zain An-Nazah telah ditahan.
Berdasarkan informasi dari situs ahmadzain.com, dia lahir di Klaten 16 Januari 1971. Dia lulusan S1 Fakultas Syare’ah, Universitas Islam, Madinah Al Munawarah tahun 1996, S2 Jurusan Syare'ah, Fakultas Studi Islam, Universitas Al Azhar, Kairo, tahun 2001, dan S3 Jurusan Syare'ah, Fakultas Studi Islam, Universitas Al Azhar, Kairo, tahun 2007.
Selain sebagai anggota Komisi Fatwa MUI pusat, informasi dari situs itu juga menyebut Ahmad Zain An-Nazah sebagai Direktur Pesantren Tinggi Al Islam, Jati Melati, Pondok Melati Bekasi dan Ketua Majelis Fatwa dan Kajian, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Pusat.
Kemudian, Ketua Majelis Fatwa di Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Jakarta, anggota Majelis Fatwa Badan Kerja Sama Pesantren Indonesia (BKsPPI), Direktur Pusat Kajian Fiqh dan Ilmu-ilmu keislaman (PUSKAFI) Jakarta Timur, peneliti di Insist Jakarta Selatan, dan Ketua Jurusan Pesantren Tinggi An Nur Surakarta.
Lihat Juga :