SDM yang Efisien dan Efektif Pasca Pandemi

Rabu, 10 Juni 2020 - 06:57 WIB
loading...
A A A
Dalam situasi pandemi yang berlangsung lebih dari tiga bulan dan pendapatan organisasi menurun drastis, menginvestasikan peralatan atau teknologi tertentu untuk menambah lini produksi adalah sesuatu mustahil. Maka itu, pilihannya adalah mengatur jam bekerja secara lebih efektif dan produktif.

Pengaturan jam kerja yang baru dalam skala luas, sesungguhnya juga memberikan keuntungan lain ketika jam bekerja para pegawai di kantor-kantor, korporasi, pabrik, dan juga dapat berubah menyesuaikan dengan lini produksi yang tersedia. Dengan begitu, para pekerja juga yang harus keluar dari rumah tinggal mereka menuju kantor dan kawasan-kawasan produksi juga bisa diatur sedemikian rupa sehingga tidak terjadi penumpukan pada jam-jam tertentu.

Sebelum adanya pandemi, jam 06.00-09.00 di pagi hari dan 17.00-20.00 di sore hari adalah jam-jam paling sibuk sehingga penumpukan manusia di tempat-tempat publik dan sarana transportasi publik adalah sesuatu yang tidak terelakkan.

Kerumitan pengelolaan SDM pascapandemi, sesungguhnya memang memerlukan otorisasi yang lebih luas dari pengambil kebijakan dan pengelola kewenangan mulai dari level masing-masing organisasi sampai dengan pengambil atau pengelola kebijakan pada struktur pelayanan masyarakat. Meskipun tidak mudah dan terlihat kompleks, menghasilkan produktivitas SDM yang relatif sama atau mendekati produktivitas sebelum masa pandemi tetaplah dimungkinkan.

Paling penting adalah kompleksitas tersebut disadari, dikelola, dan dikendalikan. Teknologi yang tersedia sudah memungkinkan untuk melakukan hal itu.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Ujian Kapasitas Negara,...
Ujian Kapasitas Negara, Bukan Sekadar Kasus Korupsi
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
Melembagakan ‘Otot’...
Melembagakan ‘Otot’ Diplomasi Prabowo
Revolusi Bisnis dari...
Revolusi Bisnis dari Jantung Sulawesi: Renner Syariah Cetak Leader Berjiwa melalui Workshop Soul of Speaking
Business & Legal Outlook...
Business & Legal Outlook 2026 Soroti Strategi Bertahan dan Tumbuh di Tengah Tekanan Ekonomi
Eipstein Files : Covid-19,...
Eipstein Files : Covid-19, Konspirasi Tingkat Atas?
Rekomendasi
OSN 2026 Diikuti 941.692...
OSN 2026 Diikuti 941.692 Peserta, Kemendikdasmen Tegaskan Integritas dan Transparansi
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved