Singkirkan Hambatan Investasi
Selasa, 21 Desember 2021 - 13:02 WIB
loading...
A
A
A
Kondisi tersebut menggambarkan bahwa pembangunan di Tanah Air sudah mengarah ke Indonesia-sentris. Konsep pembangunan Indonesia-sentris ini pun tidak akan berhenti. Presiden Jokowi berkomitmen akan terus melanjutkan pembangunan ke seluruh pelosok Nusantara. Sejumlah proyek infrastruktur di luar Jawa kini memang tengah digenjot, seperti Tol Sumatera, pembangunan Ibu Kota Negara baru di Kalimantan Timur, Trans Papua maupun proyek bandara dan pelabuhan baru di banyak tempat.
Tentunya bila semua proyek tersebut terwujud dipastikan akan memberikan multiplier effect yang besar bagi daerah. Namun rencana mengembangkan infrastruktur di daerah luar Jawa bukan tanpa hambatan. Kita tidak menutup mata, kendala dalam pemerataan investasi disebabkan oleh masalah klasik, satu di antaranya infrastruktur pendukung. Kalau berbicara investasi, tentu kesiapan infrastruktur di daerah masih menjadi pekerjaan rumah saat ini. Daya tarik investor menanam modal di Pulau Jawa karena di kawasan tersebut infrastruktur pendukungnya sudah relatif lengkap dan bervariasi. Ketersediaan infrastruktur pendukung ini juga akan memengaruhi biaya logistik.
Masalah selanjutnya adalah kesiapan institusi pemerintah daerah luar Jawa yang belum sebaik di Jawa. Ini berkaitan dengan belum mampunya beberapa daerah di luar Jawa mempersiapkan rencana pembangunan jangka menengah yang detail terkait pengembangan investasi di wilayahnya. Kadangkala kebijakan investasi juga berganti seiring dengan bergantinya kepala daerah.
Hal terakhir yang juga menjadi tantangan adalah kesiapan sumber daya manusia (SDM) daerah non-Jawa. Mengacu pada banyaknya kendala klasik tersebut, pembangunan infrastruktur pendukung di luar Jawa harus digenjot.
Investasi proyek infrastruktur tentu akan membuka banyak lapangan kerja di daerah. Berkaitan dengan penciptaan lapangan kerja, yang perlu diingat pemerintah adalah pembangunan perlu dilakukan secara terpadu. Pembangunan kawasan industri harus berdekatan atau mempunyai akses yang mudah ke pelabuhan atau bandara. Termasuk jalan tol yang terkoneksi menjadi penting.
Tentunya bila semua proyek tersebut terwujud dipastikan akan memberikan multiplier effect yang besar bagi daerah. Namun rencana mengembangkan infrastruktur di daerah luar Jawa bukan tanpa hambatan. Kita tidak menutup mata, kendala dalam pemerataan investasi disebabkan oleh masalah klasik, satu di antaranya infrastruktur pendukung. Kalau berbicara investasi, tentu kesiapan infrastruktur di daerah masih menjadi pekerjaan rumah saat ini. Daya tarik investor menanam modal di Pulau Jawa karena di kawasan tersebut infrastruktur pendukungnya sudah relatif lengkap dan bervariasi. Ketersediaan infrastruktur pendukung ini juga akan memengaruhi biaya logistik.
Masalah selanjutnya adalah kesiapan institusi pemerintah daerah luar Jawa yang belum sebaik di Jawa. Ini berkaitan dengan belum mampunya beberapa daerah di luar Jawa mempersiapkan rencana pembangunan jangka menengah yang detail terkait pengembangan investasi di wilayahnya. Kadangkala kebijakan investasi juga berganti seiring dengan bergantinya kepala daerah.
Hal terakhir yang juga menjadi tantangan adalah kesiapan sumber daya manusia (SDM) daerah non-Jawa. Mengacu pada banyaknya kendala klasik tersebut, pembangunan infrastruktur pendukung di luar Jawa harus digenjot.
Investasi proyek infrastruktur tentu akan membuka banyak lapangan kerja di daerah. Berkaitan dengan penciptaan lapangan kerja, yang perlu diingat pemerintah adalah pembangunan perlu dilakukan secara terpadu. Pembangunan kawasan industri harus berdekatan atau mempunyai akses yang mudah ke pelabuhan atau bandara. Termasuk jalan tol yang terkoneksi menjadi penting.
Lihat Juga :