Singkirkan Hambatan Investasi
Selasa, 21 Desember 2021 - 13:02 WIB
loading...
Pemerintah daerah perlu menyiapkan sumber daya manusia yang andal dalam merespons rencana pemerintah mengalihkan investasi ke wilayah luar Pulau Jawa. (KORAN SINDO/Wawan Bastian)
A
A
A
PEMERINTAH berupaya memeratakan perekonomian dan meningkatkan kualitas investasi dengan tidak selalu fokus mencari penanaman modal di Pulau Jawa.
Berdasarkan catatan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi sepanjang kuartal III/2021 (Juli-September) mencapai Rp216,7 triliun. Dari angka tersebut, sekitar 51,9% atau setara dengan Rp112,5 triliun investasi tersebut berada di luar Pulau Jawa. Sementara sisanya, yakni 48,1% atau setara dengan Rp104,2 triliun berada di Pulau Jawa.
Capaian investasi di luar Jawa yang mampu melampaui Pulau Jawa ini sesuai rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi). Capaian investasi ini tak terlepas dari upaya pemerataan infrastruktur ke seluruh daerah di Tanah Air.
Memang di era pemerintahan Jokowi ini, pembangunan infrastruktur tidak lagi hanya berpusat di Jawa, melainkan merata ke seluruh wilayah Indonesia. Berkali-kali Jokowi menyatakan bahwa konsep pembangunan tidak lagi Jawa-sentris, tapi Indonesia-sentris. Alasannya sederhana. Dengan adanya dukungan infrastruktur maka akan mempercepat pertumbuhan daerah-daerah luar Jawa yang selama ini belum banyak tersentuh proyek infrastruktur. Presiden meyakini daerah-daerah di luar Jawa bisa tumbuh dengan cepat jika didukung oleh infrastruktur, konektivitas dan transportasi yang memadai.
Infrastruktur akan berdampak pada produksi yang meningkat, distribusi barang akan lancar, menjangkau pasar yang semakin besar, lebih luas dan menyingkat waktu. Biaya logistik pun menjadi semakin efisien dan semakin kompetitif.
Berdasarkan catatan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi sepanjang kuartal III/2021 (Juli-September) mencapai Rp216,7 triliun. Dari angka tersebut, sekitar 51,9% atau setara dengan Rp112,5 triliun investasi tersebut berada di luar Pulau Jawa. Sementara sisanya, yakni 48,1% atau setara dengan Rp104,2 triliun berada di Pulau Jawa.
Capaian investasi di luar Jawa yang mampu melampaui Pulau Jawa ini sesuai rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi). Capaian investasi ini tak terlepas dari upaya pemerataan infrastruktur ke seluruh daerah di Tanah Air.
Memang di era pemerintahan Jokowi ini, pembangunan infrastruktur tidak lagi hanya berpusat di Jawa, melainkan merata ke seluruh wilayah Indonesia. Berkali-kali Jokowi menyatakan bahwa konsep pembangunan tidak lagi Jawa-sentris, tapi Indonesia-sentris. Alasannya sederhana. Dengan adanya dukungan infrastruktur maka akan mempercepat pertumbuhan daerah-daerah luar Jawa yang selama ini belum banyak tersentuh proyek infrastruktur. Presiden meyakini daerah-daerah di luar Jawa bisa tumbuh dengan cepat jika didukung oleh infrastruktur, konektivitas dan transportasi yang memadai.
Infrastruktur akan berdampak pada produksi yang meningkat, distribusi barang akan lancar, menjangkau pasar yang semakin besar, lebih luas dan menyingkat waktu. Biaya logistik pun menjadi semakin efisien dan semakin kompetitif.
Lihat Juga :