Dirjen SDPPI Tegaskan Pentingnya Membangun Ekosistem Digital
Sabtu, 18 Desember 2021 - 19:38 WIB
loading...
A
A
A
Kedua lebih pada adanya perubahan yang signifikan perihal perizinan dalam membangun usaha digital. “Ini bertujuan agar pelaku bisnis digital kita bisa tumbuh subur,” katanya.
Baca juga: Kisah SBY Gagal Berangkat ke Medan Operasi Hanya karena Hal Sepele
Selain itu, Ismail juga menyampaikan lima langkah untuk mendorong adanya percepatan transformasi digital. Hal tersebut mencakup perluasan percepatan akses dan peningkatan infrastruktur digital serta penyediaan layanan internet, penyiapan roadmap transformasi digital di sektor-sektor strategis, percepatan integrasi pusat data nasional, penyediaan kebutuhan SDM talenta digital, dan percepatan penyusunan regulasi, skema pendanaan, dan pembiayaan. “Beberapa hal ini perlu dilakukan sebab perkembangan teknologi berjalan semakin pesat hari ini. Jika tidak, maka kita akan jauh tertinggal,” jelas Ismail.
Pesatnya perkembangan teknologi berdampak pada lahirnya tuntutan-tuntutan baru. Salah satunya, digitalisasi bisnis. Perkembangan teknologi menyebabkan segala aktivitas, termasuk perekonomian dan perdagangan, beralih ke wilayah virtual sehingga menggandaikan siapa pun untuk melakukan digitalisasi. “Digitalisasi menjadi ujung tombak pemulihan ekonomi nasional,” tegas Ismail.
Ismail memetakan ada lima leading yang menjadi jangkauan ekonomi digital, yakni perdagangan secara elektronik (e-commerce), layanan transportasi daring dan pengantaran makanan daring, jasa keuangan, agen perjalanan daring, dan media daring. Meski demikian, tidak semua wilayah di Indonesia sudah memiliki akses broadband. Akibatnya, digitalisasi masih terhambat.
Baca juga: Kisah SBY Gagal Berangkat ke Medan Operasi Hanya karena Hal Sepele
Selain itu, Ismail juga menyampaikan lima langkah untuk mendorong adanya percepatan transformasi digital. Hal tersebut mencakup perluasan percepatan akses dan peningkatan infrastruktur digital serta penyediaan layanan internet, penyiapan roadmap transformasi digital di sektor-sektor strategis, percepatan integrasi pusat data nasional, penyediaan kebutuhan SDM talenta digital, dan percepatan penyusunan regulasi, skema pendanaan, dan pembiayaan. “Beberapa hal ini perlu dilakukan sebab perkembangan teknologi berjalan semakin pesat hari ini. Jika tidak, maka kita akan jauh tertinggal,” jelas Ismail.
Pesatnya perkembangan teknologi berdampak pada lahirnya tuntutan-tuntutan baru. Salah satunya, digitalisasi bisnis. Perkembangan teknologi menyebabkan segala aktivitas, termasuk perekonomian dan perdagangan, beralih ke wilayah virtual sehingga menggandaikan siapa pun untuk melakukan digitalisasi. “Digitalisasi menjadi ujung tombak pemulihan ekonomi nasional,” tegas Ismail.
Ismail memetakan ada lima leading yang menjadi jangkauan ekonomi digital, yakni perdagangan secara elektronik (e-commerce), layanan transportasi daring dan pengantaran makanan daring, jasa keuangan, agen perjalanan daring, dan media daring. Meski demikian, tidak semua wilayah di Indonesia sudah memiliki akses broadband. Akibatnya, digitalisasi masih terhambat.
Lihat Juga :